Khofifah Pastikan Jatim Siap Wujudkan Green dan Smart Port untuk Perkuat Logistik
📅 Rabu, 15 Jul 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim PenulisGresik, Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Jawa Timur siap mewujudkan green and smart port demi mendukung kelancaran distribusi dan rantai pasok serta sektor logistik.
Green and smart port adalah konsep pelabuhan modern yang menerapkan operasional ramah lingkungan (green) dengan digitalisasi atau teknologi canggih (smart).
"Pemprov Jatim dalam mendukung transformasi pelabuhan menuju smart, efisien dan kompetitif," kata Khofifah dalam acara Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C PT. Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7).
Khofifah mengatakan pengembangan konsep green and smart port sangat dibutuhkan untuk menjaga supply chain di kawasan Indonesia Timur maupun nasional termasuk soal swasembada pangan.
Secara umum, kata dia, pengembangan konsep smart and green port memberikan manfaat yang besar di berbagai aspek mulai dari lingkungan, teknologi dan operasional serta ekonomi dan daya saing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada aspek lingkungan, green port atau pelabuhan hijau dapat menekan emisi karbon dengan mengoptimalkan penggunaan listrik, energi terbarukan dan alat pelabuhan berbasis listrik mengurangi polusi udara.
Kemudian juga penggunaan lampu LED, cold ironing untuk kapal sandar, dan manajemen energi yang lebih hemat menjadi bentuk efisiensi energi.
Terlebih, lanjut dia, pengelolaan limbah yang lebih baik dengan memaksimalkan sistem daur ulang dan pengolahan sampah menjadi kompos dapat sekaligus menjadi upaya pelestarian ekosistem laut dan pesisir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara pada aspek teknologi dan operasional, smart port didukung dengan otomatisasi bongkar muat serta tracking kontainer yang real time menggunakan sistem digital sehingga menjadi upaya efisiensi yang dapat memangkas waktu dan biaya.
Transparansi dan kemudahan layanan dilakukan dengan perizinan online, pembayaran cashless, dan single window system untuk mempercepat arus barang turut menjadi langkah mewujudkan smart port.
Dari sisi aspek ekonomi dan daya saing, Khofifah menuturkan dapat dioptimalkan dari percepatan waktu sandar sehingga mampu menekan biaya logistik.
Menurut dia, pelabuhan yang modern ramah lingkungan tentu akan menjadi magnet tersendiri bagi investor dan pelayaran internasional.
"Ini akan membutuhkan tenaga ahli di bidang tersebut, menciptakan lapangan kerja baru, mendukung rantai pasok nasional sehingga arus barang lebih lancar, harga barang lebih stabil," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!