Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antrean Visa Mengular, Australia Siapkan Dana Tambahan untuk Pangkas Waktu Tunggu

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 03:21 WIB | Oleh:
Antrean Visa Mengular, Australia Siapkan Dana Tambahan untuk Pangkas Waktu Tunggu Doc: Istimewa

JAKARTA - Pemerintah Australia sedang berupaya mengurangi waktu tunggu proses pengajuan visa melalui pengalokasian dana tambahan dalam anggaran terbaru mereka.

“Pemerintah kami dalam anggaran terakhir telah mengumumkan pendanaan tambahan untuk upaya mengurangi waktu tunggu yang harus Anda lalui untuk mendapatkan keputusan visa,” kata Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan sekaligus Asisten Menteri Imigrasi Australia, Matt Thistlethwaite, dalam diskusi publik yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Selasa (14/7).

Thistlethwaite menjelaskan bahwa jumlah kuota visa Australia ditetapkan berdasarkan perencanaan tahunan yang menyesuaikan tingkat penawaran dan permintaan.

Penentuan kuota itu turut mempertimbangkan beban biaya anggaran negara yang timbul dari fasilitas yang diakses oleh para pemegang visa, mulai dari pelajar, pekerja sementara, hingga pendatang tetap.

“Mereka akan mendapatkan akses ke sistem perawatan kesehatan dan pendidikan kami. Mereka juga menggunakan transportasi umum, infrastruktur, serta perumahan, dan ada biaya terkait itu yang harus kami tanggung dalam anggaran,” ujarnya.

Menurut Thistlethwaite, peningkatan waktu tunggu terjadi karena jumlah aplikasi yang masuk terus melonjak, sementara jumlah kuota untuk setiap kategori visa—seperti visa pasangan, visa pelajar, dan visa tenaga terampil—bersifat terbatas.

Dana tambahan dalam anggaran baru diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan imigrasi.

Upaya percepatan tersebut menjadi sorotan setelah Pemerintah Australia menurunkan status Indonesia dari Level 1 ke Level 2 (kategori risiko sedang) pada 27 Maret lalu, khususnya untuk pengajuan visa pelajar.

Perubahan status ke Level 2 tersebut mewajibkan pemohon dari Indonesia untuk melampirkan dokumen keuangan serta hasil uji kemampuan bahasa Inggris yang lebih ketat, sehingga memerlukan proses penilaian yang lebih mendalam dari pihak imigrasi Australia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Paus Leo XIV Muncul Lagi Pa...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.