Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKKBN Nilai Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Sesuai Budaya di Bali

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 05:30 WIB | Oleh:
BKKBN Nilai Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Sesuai Budaya di Bali Doc: antara foto
Ket. Gerakan ayah antar anak ke sekolah di Bali.

DENPASAR - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Bali menilai Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sesuai dengan peran pria dari sudut budaya di Bali

“Di Bali sendiri, nilai ini selaras dengan budaya yang menempatkan ayah sebagai sosok yang tidak hanya bertanggung jawab mencari nafkah, tetapi juga membimbing, mewariskan nilai, adat, dan dharma kepada generasi berikutnya,” kata Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Bali Ni Luh Gede Sukardiasih.

Sukardiasih di Denpasar, Senin (13/7), melihat gerakan ini juga sudah dilakukan oleh banyak ayah di Bali pada hari pertama tahun ajaran 2026 berlangsung pagi tadi.

Meski tetap banyak juga ibu yang mengantar anak, yang paling penting dari GAMAS adalah kesadaran para ayah mengasuh dan mendidik anak.

“Dari pantauan kami di sejumlah sekolah dan laporan dari berbagai daerah di Bali, terlihat peningkatan keterlibatan ayah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, memang belum dapat dikatakan mendominasi, karena masih banyak ibu yang juga mengantar anak, tetapi yang menggembirakan adalah semakin banyak ayah yang hadir secara langsung,” ujarnya.

Kemendukbangga/BKKBN Bali memandang kehadiran ayah di hari pertama sekolah merupakan simbol komitmen untuk terus terlibat dalam tumbuh kembang anak, bukan hanya pada hari ini, tetapi juga dalam keseharian mereka.

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan di Bali banyak berkontribusi terhadap perkembangan emosional, prestasi belajar, hingga pembentukan karakter anak.

Oleh karena itu, investasi waktu beberapa saat di pagi hari merupakan investasi yang sangat bernilai bagi masa depan anak sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas.

“Semangat budaya inilah yang ingin terus kita hidupkan melalui GAMAS,” ucapnya.

Disinggung soal terbenturnya waktu kerja seorang ayah dengan jam sekolah anak di pagi hari, Kemendukbangga/BKKBN Bali memandang bahwa keduanya tidak perlu dipertentangkan. 

Justru yang dibutuhkan adalah keseimbangan antara tanggung jawab sebagai pekerja dan sebagai orang tua.

Untuk itu Sukardiasih senang karena Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS), kemudian diperkuat dan diterjemahkan pemerintah daerah dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Bali mengenai fleksibilitas jam kerja ASN pada hari pertama sekolah.

Hari ini banyak instansi memberikan ruang bagi para ayah untuk menjalankan peran pengasuhan tanpa mengabaikan tugas kedinasannya.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pengasuhan anak bukan hanya urusan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Laporta Tegaskan Raphinha Bertahan di Barcelona

17 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Laporta Tegaskan Raphinha B...

DPRD Kota Semarang Dukung MPLS Ramah Memperkuat Karakter

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...

Pemprov Maluku Luncurkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.