Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kini Giliran Korea Selatan Disapa Gelombang Panas Ekstrem

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 16:35 WIB | Oleh:
Kini Giliran Korea Selatan Disapa Gelombang Panas Ekstrem Doc: AFP/ED JONES

MOSKOW - Korea Selatan menaikkan status siaga gelombang panas ke tingkat "peringatan" di separuh wilayah negara tersebut pada Jumat, menyusul prediksi cuaca panas ekstrem yang akan bertahan sepanjang akhir pekan.

"Hingga pukul 15.00 waktu setempat [06.00 GMT], tingkat siaga bencana terkait cuaca panas telah dinaikkan dari 'waspada' (caution) menjadi 'peringatan' (warning)," kata Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korsel dalam pernyataan resminya.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa status siaga itu diberlakukan di 116 dari total 235 zona peringatan khusus di seluruh negeri di tengah cuaca panas ekstrem yang diproyeksikan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Menurut laporan kantor berita Yonhap, status di tingkat "peringatan" baru akan dikeluarkan ketika suhu udara maksimal diprediksi mencapai atau melampaui 35° Celsius selama dua hari berturut-turut atau lebih.

Badan Meteorologi Korea memperkirakan suhu tertinggi pada siang hari dapat melonjak hingga 37°C sepanjang akhir pekan ini, sementara wilayah bagian selatan akan mengalami suhu di kisaran 35°C.

Mengingat risiko sengatan panas yang meningkat tajam, kementerian tersebut telah menginstruksikan jajarannya untuk memperketat pemantauan dan langkah pencegahan bagi kelompok rentan seperti lansia, pekerja pertanian, dan buruh lapangan yang beraktivitas di luar ruangan.

Patroli di area terbuka dan lahan persawahan akan diintensifkan, bersamaan dengan langkah antisipasi untuk mencegah kerusakan pada komoditas pertanian.

Sebelum gelombang panas tersebut datang, Korea Selatan sempat diterjang hujan monsun lebat pada Rabu dan Kamis yang merendam rumah-rumah warga serta fasilitas jalan hingga memicu evakuasi massal.

Berdasarkan data Yonhap hingga Jumat, sebanyak 758 orang di seluruh negeri telah dievakuasi, satu orang dilaporkan hilang, dan lebih dari 400 fasilitas infrastruktur mengalami kerusakan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
bni
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Daerah
Erupsi Mencapai 700 Meter, ...

Gempa Jepang dan Gempa Kolombia

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Gempa Jepang dan Gempa Kolo...

Semifinal Toronto Open Ketemukan Dua Pemain Keras

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Semifinal Toronto Open Kete...

Pegawai Kemensos Main Judol? Skrining Mulai Diterapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Pegawai Kemensos Main Judol...

Sekitar 50.000 Masjid Serentak Dibersihkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Sekitar 50.000 Masjid Seren...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.