Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prancis vs Maroko, Laga Sarat Sejarah dan Ikatan Keluarga di Perempat Final Piala Dunia

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 00:07 WIB | Oleh:
Prancis vs Maroko, Laga Sarat Sejarah dan Ikatan Keluarga di Perempat Final Piala Dunia Doc: FIFA
Ket. Sesi latihan terakhir Timnas Prancis menjelang laga perempat final.

BOSTON – Laga perempat final Piala Dunia antara Prancis dan Maroko di Boston, Jumat (10/7) dini hari WIB, bukan sekadar perebutan tiket menuju semifinal. Pertemuan kedua negara juga sarat dengan sejarah kolonial, hubungan budaya, hingga ikatan keluarga yang membuat pertandingan ini memiliki makna lebih dalam dibandingkan sekadar rivalitas di lapangan.

Hubungan Prancis dan Maroko telah terjalin selama lebih dari satu abad. Maroko berada di bawah protektorat Prancis pada periode 1912 hingga 1956. Setelah meraih kemerdekaan, hubungan kedua negara tetap erat melalui pendidikan, perdagangan, migrasi, hingga sepak bola.

Tak mengherankan jika banyak pemain Maroko memiliki keterkaitan langsung dengan Prancis. Enam anggota skuad Singa Atlas lahir di Prancis, sementara sejumlah pemain lainnya pernah menimba ilmu di akademi sepak bola Prancis atau berkarier di kompetisi Ligue 1 sebelum memilih membela negara asal keluarga mereka.

Salah satu contoh paling mencolok adalah gelandang muda Ayyoub Bouaddi. Lahir di Prancis dan dibina akademi Lille, Bouaddi sempat memperkuat tim nasional junior Prancis sebelum akhirnya memutuskan membela Maroko. Kisahnya menjadi gambaran identitas ganda yang dimiliki banyak pemain dalam laga penuh nuansa emosional ini.

Ikatan kedua negara juga tercermin dari hubungan pribadi para pemain. Bintang Prancis Kylian Mbappe dan bek Maroko Achraf Hakimi dikenal sebagai sahabat dekat sejak sama-sama memperkuat Paris Saint-Germain (PSG). Persahabatan mereka menjadi simbol bagaimana sepak bola mampu melampaui batas kebangsaan.

Prancis datang ke laga ini dengan status salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Juara Piala Dunia 2018 itu memiliki pengalaman, kedalaman skuad, dan lini serang tajam yang menjadikan mereka favorit untuk kembali melangkah jauh di turnamen.

Sebaliknya, Maroko hadir dengan kepercayaan diri tinggi setelah terus menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Empat tahun lalu mereka mencatat sejarah sebagai negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Kini, Singa Atlas kembali membuktikan diri sebagai kekuatan yang layak diperhitungkan.

Kedua tim sebelumnya bertemu pada semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu Prancis menang 2-0, namun perjalanan Maroko berhasil mencuri perhatian dunia dan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Afrika, tetapi juga dunia Arab.

Atmosfer pertandingan kali ini diperkirakan berbeda karena berlangsung di Boston, Amerika Serikat. Berbeda dengan di Prancis yang mendapat pengamanan ketat akibat sensitivitas hubungan kedua negara, suasana di Boston justru lebih hangat.

Komunitas Maroko memang tidak sebesar yang ada di Prancis, tetapi cukup berkembang di kawasan metropolitan Boston. Banyak keluarga, mahasiswa, profesional, hingga pelaku usaha asal Maroko yang menetap di kota tersebut.

Bagi mereka, pertandingan ini bukan alasan untuk bermusuhan. "Banyak dari kami tinggal di gedung yang sama. Orang Prancis dan Maroko akan menonton pertandingan bersama lalu berjabat tangan setelah laga berakhir," kata Mohammed Saadi, sopir taksi berusia 57 tahun.

"Tidak ada ketegangan di sini. Sepak bola adalah urusan keluarga dan laga Prancis melawan Maroko tidak akan berbeda. Bahkan sebaliknya," lanjutnya.

Sehari menjelang pertandingan, lebih dari 1.000 pendukung Maroko berkumpul di Boston Common. Mereka menyanyikan lagu "Dima l-Maghrib" (Selalu Maroko) sambil mengibarkan bendera dalam suasana damai dan penuh semangat.

Youssef Bennani, seorang insinyur perangkat lunak berusia 36 tahun yang datang dari Finlandia, mengaku rela menempuh perjalanan jauh demi mendukung negaranya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...

AS Kecam tindakan Tiongkok di LTS

29 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
AS Kecam tindakan Tiongkok ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Serukan Dibuka...
Luar Negeri
Topan Dolphin Terjang Darat...
Megapolitan
Investor Dipermudah dengan ...
Megapolitan
Pemprov Fasilitasi Kolabora...
Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.