PBB Desak AS dan Iran Kembali Berunding, Konflik Memanas Usai Gencatan Senjata Berakhir
📅 Jumat, 10 Jul 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMarkas PBB, New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran segera kembali ke meja perundingan di tengah kembali memanasnya konflik kedua negara. PBB menilai jalur diplomasi menjadi langkah paling mendesak untuk menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah maupun dunia.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stéphane Dujarric mengatakan aksi saling balas antara kedua negara harus segera dihentikan.
"Situasi saling balas ini harus dihentikan. Kembalinya jalur diplomasi sangat mendesak demi stabilitas kawasan dan stabilitas global," kata Dujarric kepada wartawan saat dimintai tanggapan mengenai perkembangan terbaru di Timur Tengah, Jumat (10/7).
Menurut Dujarric, konflik yang terus bereskalasi tidak hanya mengancam keamanan kawasan, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian global.
"Kita terus membicarakan dampak konflik ini terhadap perekonomian dunia. Semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik untuk mengakhiri konflik ini adalah kembali ke meja perundingan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketegangan kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran pada Rabu (8/7). Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
CENTCOM menyebut operasi militer selama dua hari itu menyasar lebih dari 170 target militer, termasuk sistem pertahanan udara, infrastruktur rudal dan pesawat nirawak, fasilitas angkatan laut, aset pengawasan pesisir, serta fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Menurut militer AS, operasi tersebut bertujuan mencegah serangan lanjutan terhadap jalur pelayaran internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang disebut menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Pemerintah Iran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman penghentian permusuhan yang sebelumnya disepakati kedua negara.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menyatakan pada Rabu (8/7) bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak lagi berlaku, sehingga secara efektif mengakhiri nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada 17 Juni lalu.
Korban Jiwa
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 14 orang tewas dan 78 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat yang terjadi di lima provinsi selama dua hari terakhir.
Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour mengatakan serangan dilakukan pada Rabu (8/7) dan Kamis (9/7).
"Amerika Serikat menargetkan lima provinsi di Iran dengan serangan pada 8 dan 9 Juli," tulis Kermanpour melalui akun X.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!