Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hati-hati! Penipuan Lowongan Kerja, Warga Diminta Walkot Jakbar Cek ke Sudin Nakertrans

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 18:20 WIB | Oleh:

Pria asal Purwakarta itu awalnya mendapatkan informasi lowongan kerja dari salah satu media sosial sekitar seminggu lalu.

"Yang punya PT-nya nge-chat, ajak interview. Saya ke sini tadi. Sempat menunggu lama, dipanggil ah ke atas," kata Jieyes.

Saat proses interview untuk lowongan operator gudang itu, Mishael diminta dana sebesar Rp2,5 juta dengan dalih sebagai biaya awal.

Biaya itu disebut akan digunakan untuk Medical Check Up (MCU) dan keperluan lainnya, seperti seragam kerja.

"Habis itu ditransfer oleh kakak ipar saya Rp 2,5 juta. Kemudian difoto dan buat surat perjanjian. Tapi enggak boleh dibaca. Seperti diburu-buru," ungkapnya.

Mishael pun menandatangani surat perjanjian tersebut setelah proses pembayaran berhasil dilakukan.

Namun, setelah pembayaran hingga tanda tangan, pemeriksaan kesehatan dan keperluan seragam yang sebelumnya dijanjikan tidak dilakukan.

Mishael diminta pulang setelah proses transaksi selesai, tanpa diberi kepastian waktu pemeriksaan kesehatan dilakukan, hingga lokasi dan waktu mulai bekerja.

Mishael yang merasa janggal lantas kembali ke lokasi wawancada di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Ketika tiba di lokasi, Mishael diminta pulang oleh Satpam.

"Satpamnya seperti tidak perbolehkan masuk. Katanya, 'buat apa masuk?' Alasan saya mau menanyakan alamat, namun ditahan-tahan oleh Satpam," ungkapnya.

Karena merasa telah ditipu, Mishael lantas melaporkan hal itu kepada keluarganya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka

Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.