Hati-hati! Penipuan Lowongan Kerja, Warga Diminta Walkot Jakbar Cek ke Sudin Nakertrans
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 18:20 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mengonfirmasi kepada instansi berwenang untuk mencegah penipuan lowongan kerja.
Iin mengimbau masyarakat untuk mengkritisi terhadap rekrutmen pekerjaan yang dinilai mencurigakan dan disebar melalui media sosial atau secara daring, serta memastikan kebenarannya.
"Kalau terkait dengan lowongan pekerjaan, ya harusnya yang bersangkutan juga mengonfirmasi ke Sudin Nakertransgi (Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi), kan ada perwakilannya di kecamatan juga. Artinya, bisa ditanyakan ke pihak wilayah kecamatan maupun ke tingkat kota di Sudin Nakertransgi," kata Iin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/7).
Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya kasus dugaan rekrutmen palsu di wilayah Jakarta Barat.
Beberapa kasus rekrutmen bodong itu bahkan membuat para pelamar mengeluarkan uang dalam jumlah cukup besar demi lowongan pekerjaan yang diharapkan, namun mereka tak kunjung mendapat kejelasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Iin telah menginstruksikan Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) untuk membuat imbauan resmi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melamar pekerjaan.
"Kemudian, kami juga meminta Kasudin Nakertrans untuk memberikan sosialisasi terkait dengan job fair yang sesungguhnya memang sudah dilakukan," tutur Iin.
Iin mengatakan, bursa kerja atau job fair yang diadakan oleh Sudin Nakertransgi adalah wadah resmi yang menyediakan peluang nyata bagi para pencari kerja.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Job fair ini harapannya bisa dipahami dan diketahui oleh seluruh masyarakat. Mungkin ada masyarakat yang belum tahu mengenai job fair tersebut. Sehingga, informasi ini perlu dikuatkan lagi ke seluruh lapisan, termasuk menginformasikannya melalui media sosial," tutur Iin.
Iin pun mendukung penindakan hukum terhadap kasus penipuan rekrutmen kerja itu.
"Saya kan baru mengetahui ini. Saya yakin kalau sudah kaitannya dengan peristiwa kriminal, ya pastinya akan ditangani oleh pihak kepolisian," pungkas Iin.
Sebelumnya, praktik dugaan penipuan berkedok rekrutmen kerja palsu kembali mencuat setelah memakan beberapa korban di wilayah Jakarta Barat.
Modus yang digunakan pelaku adalah mengundang para pelamar untuk wawancara kerja, lalu menjanjikan mereka pekerjaan dengan fasilitas menggiurkan. Namun, pelamar kerja dimintai sejumlah uang sebelum mulai bekerja.
Salah satu pelamar yang menjadi korban, yakni pria bernama Jieyes Mishael Panjaitan (18), yang merasa ditipu setelah melakukan proses pembayaran sebesar Rp2,5 juta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!