Siap-Siap Bikin Geger Dunia Arkeologi, Sampel Gua Prasejarah Kalsel Ini Bakal Diterbangkan ke Australia!
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 20:08 WIB | Oleh: AlfredBANJARBARU - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kalimantan Selatan menjalin kemitraan strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji kronologis lukisan prasejarah di Gua Liang Bangkai, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (8/7).
Kepala Brida Kalsel Thaufik Hidayat di Banjarbaru, Rabu, mengatakan kajian tersebut fokus pada inventarisasi, identifikasi, dan dokumentasi artefak serta tinggalan kehidupan masa lampau untuk memperkuat basis data ilmiah mengenai sejarah kawasan Geopark Meratus.
“Kami memprioritaskan uji kronologis lukisan prasejarah di Gua Liang Bangkai, Kabupaten Tanah Bumbu guna mengetahui usia artefak melalui penelitian bersama para ahli BRIN, dengan pengujian laboratorium direncanakan berlangsung di Australia,” ujarnya.
Selain Gua Liang Bangkai, Brida Kalsel juga mengkaji situs arkeologi Pulau Sirang di Kabupaten Banjar untuk memperkaya informasi mengenai jejak hunian manusia masa lampau sekaligus melengkapi inventarisasi warisan arkeologi di Kalimantan Selatan.
“Hasil penelitian diharapkan menghasilkan data yang lebih komprehensif mengenai sejarah hunian manusia dan perkembangan budaya di kawasan Meratus sebagai rujukan bagi penelitian lanjutan serta pelestarian warisan arkeologi,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di bidang kebudayaan, Brida Kalsel menyiapkan kajian inventarisasi, identifikasi, dan dokumentasi keragaman motif sasirangan di Kampung Tradisional Sasirangan Kota Banjarmasin guna memperkuat basis data warisan budaya daerah.
Selain itu, Brida Kalsel merencanakan penelitian potensi tumbuhan penghasil pewarna alami sasirangan di Desa Balangan, Kabupaten Banjar, sebagai dasar ilmiah pemanfaatan sumber daya hayati lokal sekaligus mendukung pelestarian kain sasirangan secara berkelanjutan.
“Berbagai penelitian tersebut sebagai komitmen Brida memperkuat riset arkeologi, budaya, dan keanekaragaman hayati di Kalimantan Selatan untuk menyediakan landasan ilmiah bagi penyusunan kebijakan, pelestarian warisan daerah, dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Thaufik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!