Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Jadikan Tasyakur Nelayan Sebagai Daya Tarik Wisata

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 06:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Jadikan Tasyakur Nelayan Sebagai Daya Tarik Wisata Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika.

GARUT – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadikan kegiatan Tasyakur Nelayan sebagai agenda kepariwisataan daerah yang digelar secara berkelanjutan untuk menjadi daya tarik pariwisata yang akhirnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

"Ini menjadi salah satu agenda kepariwisataan, sehingga pariwisata yang ada di Kabupaten Garut menjadi salah satu yang akan bisa dilihat sebagai atraksi wisata," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, di Garut, Senin (06/7).

Ia menuturkan, Kabupaten Garut memiliki banyak destinasi wisata alam maupun wisata budaya, salah satunya wisata pantai di sepanjang selatan di Garut.

Selain menyajikan keindahan laut, kata dia, masyarakat di pesisir pantai memiliki tradisi yang selama ini digelar melibatkan banyak orang, salah satunya Tasyakur Nelayan di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet yang dilaksanakan, Minggu (05/7).

"Tahun depan kita rencanakan kegiatan ini jadi lebih meriah lagi tentu dengan dukungan seluruh pihak," katanya.

Ia menyampaikan, sektor kelautan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir pantai di Garut, untuk itu pemerintah daerah siap mendukung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan.

Dukungan tersebut, kata dia, salah satunya melalui perbaikan aksesibilitas di kawasan destinasi wisata agar menjadi lebih baik untuk kenyamanan pengunjung maupun masyarakat setempat.

"Kami akan berdiskusi dengan Bupati dan Ketua (DPRD), bagaimana caranya agar infrastruktur yang menuju ke Santolo ini ke depan semakin baik," katanya.

Beni juga mengingatkan nelayan untuk senantiasa menjaga ekosistem laut, dan kelestarian lingkungan agar keberadaan laut terus memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat nelayan.

"Ini merupakan rasa syukur kita semua, terutama para nelayan, karena kita diberi keberkahan ya, rezeki, dan sebagainya, sehingga orang lain di Santolo khususnya, bisa menikmati hasil laut," katanya.

Kegiatan Tasyakur Nelayan Santolo 2026 ini dimeriahkan oleh berbagai rangkaian kegiatan di antaranya gelar budaya tradisional dan lomba hias perahu nelayan. Prosesi ritual adat larung sajen ke tengah laut. Penyediaan layanan publik gratis seperti kesehatan, Disdukcapil, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.