Tiga dari Lima Anak Palsukan Usia untuk Akses Platform Medsos
📅 Senin, 06 Jul 2026, 03:08 WIB | Oleh: Tim PenulisPesan itu disampaikan Meutya kepada lebih dari 900 guru yang menghadiri Forum Sahabat Tunas di Denpasar, Bali, Kamis, pekan lalu.
Menurut Meutya, anak-anak saat ini menghadapi berbagai ancaman di dunia digital. Setidaknya ada tujuh risiko digital yang mengintai anak-anak, yakni kecanduan internet, kontak dengan orang asing, paparan konten tidak sesuai usia, eksploitasi komersial, kebocoran data pribadi, gangguan psikologis hingga gangguan fisik.
“Kecanduan digital menjadi salah satu risiko terbesar karena dapat mengganggu fokus belajar dan memengaruhi perilaku anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan fitur komunikasi dengan orang tak dikenal di berbagai platform digital juga berpotensi memicu kejahatan terhadap anak, seperti perundungan, penipuan hingga radikalisasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, anak-anak juga rentan terpapar konten yang tidak sesuai usia, termasuk kekerasan dan pornografi yang dapat memengaruhi perkembangan karakter dan nilai-nilai kesantunan.
Meutya menambahkan platform digital juga memanfaatkan data anak untuk kepentingan komersial. Data mengenai minat dan kebiasaan anak dapat digunakan untuk menargetkan iklan dan mendorong perilaku konsumtif. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!