Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paus Leo XIV Desak Eropa dan AS Berbuat Lebih Banyak untuk Melindungi Imigran Saat Berkunjung ke Lampedusa

📅 Senin, 06 Jul 2026, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada mereka yang telah meninggal saat menyeberang, dengan mengatakan "kami merasakan kehadiran mereka, yang menantang kami tidak kurang dari mereka yang telah mendarat dan membutuhkan perhatian serta bantuan".

Pada tahun 2013, lebih dari 360 orang tewas dalam kecelakaan kapal terburuk di pulau itu, dan puluhan lainnya tenggelam dalam beberapa tahun terakhir.

Paus juga mengunjungi dermaga tempat orang-orang yang diselamatkan di laut dibawa ke tempat aman, dan memberkati plakat yang didedikasikan untuk Paus Fransiskus -- yang memilih Lampedusa untuk perjalanan pertamanya setelah terpilih pada tahun 2013.

Kehadiran Paus Leo "mengirimkan pesan yang jelas pada saat perdebatan politik global tentang migrasi sering kali berfokus pada perbatasan dan pencegahan daripada perlindungan dan tanggung jawab bersama," kata Filippo Ungaro, juru bicara badan pengungsi PBB, UNHCR, kepada AFP.

Sebelumnya, Paus telah menyuarakan penentangannya terhadap langkah-langkah untuk menindak migrasi ilegal, dan menyebut perlakuan pemerintah AS terhadap imigran sebagai "tidak manusiawi".

Dalam pidatonya pada hari Jumat untuk menandai ulang tahun ke-250 Amerika, Leo menyerukan "moderasi" dalam wacana publik AS, dan berbicara tentang bagaimana "gelombang imigran berturut-turut" telah membentuk masa depan negara tersebut.

Rute Paling Mematikan 

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), penyeberangan Mediterania tengah dari Afrika Utara adalah rute migrasi paling mematikan di dunia.

Menurut IOM, sekitar 1.330 orang meninggal atau hilang saat mencoba melakukan hal itu tahun lalu.

Menurut UNHCR, lebih dari 14.000 orang mendarat di Italia selama enam bulan pertama tahun ini, sebagian besar berangkat dari Libya.

Menurut laporan tersebut, hampir 60 persen dari mereka tiba di Lampedusa.

Angka-angka tersebut masih jauh dari puncak yang dicapai pada tahun 2011, ketika puluhan ribu orang tiba dalam beberapa bulan karena kontrol perbatasan maritim runtuh selama pemberontakan Musim Semi Arab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Jelang Laga Hidup Mati, Cristiano Ronaldo Memutuskan Diri Untuk Mundur

Piala Dunia, Jelang Laga Hidup Mati, Cristiano Ronaldo Memutuskan Diri Untuk Mundur

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.