Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Cuma KPR, BTN Garap Ekosistem Bisnis yang Lebih Luas di Jabar

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 11:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Cuma KPR, BTN Garap Ekosistem Bisnis yang Lebih Luas di Jabar Doc: IST
Ket. Regional Office Head BTN Kantor Wilayah Jawa Barat Asvianti Handaru

BANDUNG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadikan Jawa Barat (Jabar) sebagai motor utama pertumbuhan bisnis. Tak hanya mengandalkan pembiayaan perumahan, perseroan kini memperluas penetrasi ke berbagai sektor usaha melalui pendekatan ekosistem. Mulai dari kawasan industri, horeka (hotel, restoran, dan kafe), hingga penguatan transaksi perbankan.

Regional Office Head BTN Kantor Wilayah Jawa Barat Asvianti Handaru mengatakan, Jabar merupakan tulang punggung pertumbuhan BTN. Selama ini BTN memang dikenal sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan. Namun, transformasi bisnis membuat BTN kini menyasar lebih banyak sektor ekonomi.

"BTN pertumbuhannya memang difokuskan ke Jawa Barat. Dulu fokus kami hanya di sektor perumahan karena industri ini memiliki sekitar 160 sektor turunan yang ikut terdampak. Sekarang kami sudah bertransformasi dan menyasar seluruh industri," kata Asvianti di Bandung, Sabtu (4/6).

Untuk memperkuat penetrasi pasar, BTN membagi strategi berdasarkan karakteristik wilayah. Area Jabar 1 yang meliputi Bekasi Raya hingga Karawang difokuskan pada kawasan industri. Sementara Jabar 2 yang mencakup Bandung Raya hingga Cirebon menyasar sektor horeka.

Menurut Asvianti, strategi tersebut tidak hanya menawarkan produk kredit. Tetapi juga membangun ekosistem layanan yang terintegrasi. BTN ingin memenuhi seluruh kebutuhan nasabah, mulai dari pembiayaan, transaksi, hingga pengelolaan keuangan.

"Misalnya di industri hotel, kami tidak hanya memberikan fasilitas kredit, tetapi juga layanan transaksinya. Seluruh kebutuhan ekosistemnya kami upayakan dapat dilayani oleh BTN," ujar Asvianti.

Strategi itu ditopang oleh posisi BTN yang masih cukup kuat di Jabar. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS), BTN saat ini menempati posisi lima besar untuk penyaluran kredit. Khusus pada segmen kredit pemilikan rumah (KPR) program pemerintah, BTN bersama anak usahanya masih menjadi pemimpin pasar.

"BTN menempati peringkat pertama di Jabar 1, Jabar 2, maupun secara keseluruhan provinsi Jawa Barat," bebernya.

Di sisi pembiayaan, BTN mempertahankan porsi kredit program pemerintah sebesar 90 persen. Program tersebut tidak hanya mencakup KPR subsidi, tetapi juga KUR Perumahan. Termasuk pembiayaan bagi developer.

"Komposisi porsinya tetap, sedangkan pertumbuhan didorong melalui peningkatan volume penyaluran," imbuhnya.

Selain pembiayaan, BTN juga membidik pertumbuhan dari sisi transaksi. Asvianti mengakui persaingan semakin ketat. Karena perbankan kini dituntut mampu menyediakan layanan yang terintegrasi dalam satu ekosistem.

Saat ini BTN memiliki sekitar 2 juta nasabah. Menurut dia, setiap nasabah memiliki beragam kebutuhan transaksi, mulai dari belanja, makan, pembayaran tagihan, hingga aktivitas keuangan lainnya. Potensi tersebut menjadi peluang besar bagi BTN untuk meningkatkan frekuensi transaksi sekaligus memperkuat loyalitas nasabah.

"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan keuntungan bank, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan transaksi nasabah dapat dilakukan melalui ekosistem BTN," jelasnya.

Selain memperkuat ekosistem perumahan, BTN juga akan meningkatkan transaksi nasabah dan memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif. Seperti UMKM dan Small and Medium Industries (SMI).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.