Hari Bhayangkara ke-80 di Ambon, Tarian Maku-Maku Jadi Simbol Kebersamaan.
📅 Kamis, 02 Jul 2026, 12:08 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKepolisian Daerah Maluku mengangkat tarian adat Maku-Maku sebagai simbol persatuan dan kebersamaan dalam puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Letkol Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, Rabu (1/7).
"Tarian tradisional khas Maluku itu menjadi salah satu atraksi utama yang mencerminkan komitmen Polri menghormati budaya lokal sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat," ujar Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto.
Tarian Maku-Maku dibawakan secara kolaboratif oleh Remaja Bhayangkara Club Polda Maluku bersama Sanggar Kalesang Maluku. Dengan balutan busana adat Maluku dan iringan musik tradisional, para penari menampilkan gerakan yang menggambarkan nilai persaudaraan dan persatuan yang telah lama menjadi identitas masyarakat Maluku.
Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari ribuan masyarakat dan tamu undangan yang memadati lokasi kegiatan.
Kehadiran tarian Maku-Maku dinilai selaras dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan persatuan bangsa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kapolda mengatakan kehadiran budaya lokal dalam peringatan Hari Bhayangkara merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang menjadi kekuatan masyarakat Maluku.
"Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa. Karena itu kami menghadirkan budaya lokal sebagai simbol bahwa Polri tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta menghormati nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah," ujarnya.
Selain menampilkan tarian Maku-Maku, Polda Maluku juga menghadirkan atraksi Polisi Cilik (Pocil) SD Negeri 7 Namlea, Kabupaten Buru, binaan Polres Pulau Buru. Puluhan anggota Polisi Cilik membawakan berbagai formasi baris-berbaris yang dipadukan dengan gerakan kreatif sebagai wujud pembinaan karakter generasi muda.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Melalui program Polisi Cilik, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara," kata Dadang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!