800 Anjing di Aceh Tengah Divaksin Setelah Sembilan Warga Digigit Anjing Liar.
📅 Kamis, 02 Jul 2026, 12:12 WIB | Oleh: Yebdi TrismarDinas Peternakan Provinsi Aceh menyatakan pihaknya hingga saat ini telah berhasil melakukan penyuntikan vaksin terhadap 800 anjing milik warga di Kabupaten Aceh Tengah, pasca-serangan anjing liar yang menyebabkan sembilan warga di daerah itu terkena gigitan.
“Alhamdulillah, saat ini ada sekitar 700 hingga 800 anjing, termasuk hewan lainnya, sudah berhasil divaksin oleh petugas kesehatan, dengan harapan dapat mencegah penularan kasus rabies di Kabupaten Aceh Tengah,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh Safridhal kepada ANTARA di Meulaboh, Kamis.
Dengan adanya vaksinasi terhadap anjing, hewan primata, kucing, serta hewan peliharaan masyarakat di dataran tinggi Aceh tersebut, kata dia, diharapkan penularan virus rabies di kawasan ini dapat dicegah secara maksimal.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh juga optimis dengan banyaknya masyarakat yang bersedia hewan peliharaan untuk disuntik vaksin, penanganan kasus rabies di wilayah tersebut secepatnya dapat dihentikan dan dikendalikan.
Safridhal menyebutkan saat ini jumlah populasi anjing di Aceh Tengah tercatat mencapai hampir 4.000 ekor, sehingga pemerintah harus bekerja ekstra untuk mencukupi stok vaksin rabies di daerah ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan Pemprov Aceh sebelumnya juga telah mengajukan permintaan tambahan vaksin ke pemerintah pusat melalui dana APBN.
Saat ini, kata dia, dari total alokasi sekitar 7.000 dosis vaksin rabies yang dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk wilayah terdampak, seperti Kabupaten Bireuen Aceh dan sekitarnya.
Untuk Kabupaten Aceh Tengah direncanakan mendapat pergeseran tambahan pasokan sekitar 500 dosis dari Kabupaten Aceh Timur guna mempercepat penanganan.
Selain fokus pada hewan peliharaan, kata dia, pemerintah daerah dan pihak terkait juga mulai merangkul komunitas pemburu babi lokal, seperti organisasi IFoba, untuk berdiskusi mengenai langkah penanganan dan pengendalian populasi anjing liar yang tidak terdeteksi di wilayah tersebut.
Hal ini diharapkan dapat mempermudah pemerintah dalam memberantas virus rabies di Provinsi Aceh, khususnya di wilayah Aceh Tengah, karena pada 13 Juni 2026 lalu telah menyebabkan sembilan warga di kawasan tersebut terkena gigitan anjing gila, yang kemudian diketahui positif terserang virus rabies.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!