Grab Tambah Fitur Keamanan untuk Remaja, Orang Tua Bisa Pantau Perjalanan Secara Real Time
📅 Selasa, 30 Jun 2026, 20:08 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Grab Indonesia memperkenalkan GrabKeluarga Fitur Remaja sebagai layanan yang dirancang untuk mendukung mobilitas pengguna berusia 13 hingga 18 tahun. Melalui fitur ini, orang tua dapat memantau perjalanan anak secara langsung sekaligus tetap berkomunikasi selama perjalanan berlangsung.
Peluncuran layanan tersebut dilakukan di tengah masih tingginya ketergantungan remaja terhadap pendampingan keluarga saat bepergian. Berdasarkan Survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sekitar 63 persen remaja Indonesia berusia 13–18 tahun berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi atau diantar orang tua. Sementara itu, hanya sekitar 7,7 persen yang menggunakan transportasi umum maupun layanan transportasi daring secara mandiri.
Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank Grab Indonesia, Asep Haekal, mengatakan layanan tersebut dikembangkan untuk membantu keluarga memberikan ruang bagi remaja belajar mandiri tanpa mengabaikan aspek keamanan.
"Kemandirian remaja tidak terjadi dalam satu hari. Ada proses membangun kepercayaan antara orang tua dan anak, dan teknologi dapat membantu menjembatani proses tersebut," ujar Haekal dalam keterangan tertulis.
Grab menyebut GrabKeluarga Fitur Remaja menjadi layanan pertama di Asia Tenggara yang secara khusus menghadirkan perlindungan keamanan bagi pengguna remaja dalam ekosistem transportasi daring.
Sebaiknya Anda baca juga:
Layanan ini menyediakan sejumlah fitur, antara lain PIN Verification untuk memastikan anak memasuki kendaraan yang benar, Trip Monitoring yang memungkinkan orang tua memantau perjalanan secara real time, serta Three-Way Chat yang menghubungkan orang tua, anak, dan mitra pengemudi dalam satu ruang percakapan.
Selain itu, tersedia fitur Emergency Help dan Always-on AudioProtect yang khusus diterapkan pada layanan GrabCar sebagai lapisan keamanan tambahan selama perjalanan.
Grab juga melengkapi layanan tersebut dengan fitur Book on Behalf yang memungkinkan orang tua memesan perjalanan untuk anak serta Family Payment Method agar pembayaran perjalanan dapat dikelola dalam satu akun keluarga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Psikolog keluarga Pritta Tyas mengatakan proses membangun kemandirian remaja memang perlu dilakukan secara bertahap dan tetap disertai pendampingan dari orang tua.
"Pendampingan juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi yang membantu orang tua tetap terinformasi tanpa mengurangi ruang bagi remaja untuk belajar mandiri," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan aktor Tora Sudiro yang mengaku tetap memiliki kekhawatiran ketika anak mulai bepergian sendiri.
Menurutnya, fitur pemantauan perjalanan membantu orang tua memperoleh informasi mengenai perjalanan anak meski tidak mendampingi secara langsung.
Inovasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Titi Eko Rahayu, menilai platform digital dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman bagi anak dan remaja.
Sejak diperkenalkan pada Desember 2025, Grab menyebut layanan GrabKeluarga telah digunakan lebih dari 70 ribu pengguna untuk memesan dan memantau perjalanan anggota keluarga melalui satu aplikasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!