Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geopark Kutim Dibangun dengan Pilar 3P, Kejar Wisata yang Ramah Alam dan Menguntungkan

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Geopark Kutim Dibangun dengan Pilar 3P, Kejar Wisata yang Ramah Alam dan Menguntungkan Doc: ANTARA/ M Ghofar.
Ket. Seorang pengunjung minta diabadikan lewat kamera HP saat berada di puncak bukit, salah satu kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

SANGATTA – Pengembangan wisata berkelanjutan menjadi strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan nilai budaya.

Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara peningkatan kunjungan wisatawan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta konservasi sumber daya alam dan warisan budaya.

Dalam jangka panjang, keberhasilan wisata berkelanjutan bergantung pada tata kelola yang baik, pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas sekaligus menjaga daya tarik destinasi bagi generasi mendatang.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Kalimantan Timur menjadikan Geopark Sangkulirang‑Mangkalihat sebagai pengembangan wisata berkelanjutan bertumpu pada pilar 3P, yakni perlindungan, pendidikan, dan pemberdayaan, agar manfaatnya bertahan lintas generasi.

"Pemkab Kutim sepakat menjaga kawasan tersebut agar tetap terlindungi karena merupakan bagian dari aset daerah yang memiliki nilai strategis dalam mendukung konservasi, pendidikan, dan pengembangan pariwisata," ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Kaltim, Selasa (30/6).

Di sisi lain, keberadaan kawasan tersebut juga ia harapkan mampu menjadi bagian dari warisan alam yang bernilai penting bagi generasi mendatang.

Sementara pola penerapan pilar 3P tersebut, pertama adalah perlindungan tanpa kompromi. Dalam hal ini, Kutim menetapkan zona inti, zona penyangga, dan zona pengembangan.

Di zona inti, siapa pun dilarang keras melakukan penambangan, pembukaan lahan, atau melakukan kegiatan yang dapat merusak lanskap maupun lukisan purba di dalam goa.

Membatasi jumlah pengunjung per hari agar daya dukung lingkungan tidak terbebani, memasang pagar pengaman dan sistem pemantauan berkala. Melarang penggunaan bahan kimia berbahaya dan mengatur jalur kunjungan agar tidak merusak lapisan tanah dan dinding gua.

Kedua, penelitian dan edukasi, yakni membangun pusat informasi geopark dan jalur wisata edukasi lengkap dengan papan penjelas sejarah geologi dan makna budaya setiap lokasi.

Memasukkan materi kekayaan alam dan sejarah kawasan ke dalam kurikulum sekolah lewat program Adiwiyata, serta membuka akses bagi peneliti nasional dan internasional.

Di kawasan geopark tersebut telah dirancang menjadi sekolah alam terbuka, tempat pengunjung belajar sekaligus menikmati keindahan alam.

"Ketiga, pemberdayaan masyarakat, cara yang ditempuh adalah melatih warga lokal menjadi pemandu wisata bersertifikat, pengelola homestay, pengrajin kerajinan, dan pengolah kuliner khas," katanya.

Kemudian membentuk kelompok usaha bersama sehingga pengelola bisa mendapat pemasukan dari tiket masuk, jasa transportasi, dan penjualan produk langsung kembali ke desa, bukan hanya ke pihak luar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.