Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Rendam Pasar Cipulir, Pedagang Merugi dan Aktivitas Belanja Tersendat

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 15:10 WIB | Oleh:
Banjir Rendam Pasar Cipulir, Pedagang Merugi dan Aktivitas Belanja Tersendat Doc: Koran Jakarta/Ichsan Satria
Ket. Aktivitas perdagangan di Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terganggu akibat genangan air yang terjadi pada Jumat (23/1/2026).

JAKARTA - Aktivitas perdagangan di Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terganggu akibat genangan air yang terjadi pada Jumat (23/1/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu banjir setinggi sekitar 20 sentimeter yang merendam area pasar hingga jalur utama distribusi barang.

Genangan air dilaporkan kerap muncul setiap kali intensitas hujan meningkat. Kondisi ini diduga dipicu oleh saluran drainase di sekitar area pasar yang tidak berfungsi optimal, sehingga air meluap dan mengalir masuk ke kawasan pusat grosir tersebut.

Banjir membuat mobilitas pedagang, pembeli, serta kendaraan pengangkut barang menjadi terhambat. Sejumlah pengunjung tampak enggan masuk ke area pasar karena akses yang tergenang dan kondisi lantai yang licin.

Dampak ekonomi langsung dirasakan para pedagang. Penurunan jumlah pembeli membuat omzet harian ikut merosot, sementara sebagian pelaku usaha harus berjibaku menyelamatkan barang dagangan agar tidak terendam air.

Komoditas seperti pakaian, tekstil, dan bahan makanan menjadi yang paling rentan terdampak. Pedagang mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membersihkan lapak, mengeringkan barang, hingga memperbaiki kerusakan akibat paparan air kotor.

Selain mengganggu aktivitas jual beli, genangan juga memicu kekhawatiran soal kebersihan dan kesehatan lingkungan pasar. Air bercampur lumpur dan sampah berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta meningkatkan risiko penyakit jika kondisi berlarut-larut.

Warga dan pedagang berharap adanya penanganan serius dari pemerintah daerah, terutama terkait perbaikan sistem drainase di sekitar Pasar Cipulir. Normalisasi saluran air dan peningkatan kapasitas pembuangan dinilai menjadi solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.

Jika persoalan ini tidak segera ditangani, banjir musiman dikhawatirkan akan terus menggerus aktivitas ekonomi rakyat kecil. Pasar Cipulir sebagai salah satu pusat perdagangan tekstil terbesar di Jakarta Selatan membutuhkan infrastruktur yang lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.