Wamentan: Indonesia Tak Boleh Lagi Bergantung pada Impor Pangan, Produksi Dalam Negeri Digenjot
📅 Senin, 29 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis"Sampaikan kepada kami apabila ada persoalan irigasi, pupuk, benih, maupun kebutuhan pertanian lainnya. Pemerintah ingin memastikan seluruh aspirasi petani bisa segera ditangani," ujarnya.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, HKTI, dan seluruh pelaku pertanian akan mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai negara yang mandiri pangan.
"Kita ingin apa yang dikonsumsi masyarakat diproduksi oleh petani kita sendiri. Dengan begitu Indonesia semakin kuat, petani semakin makmur, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh," katanya.
Kedaulatan Bangsa
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menegaskan swasembada pangan merupakan agenda strategis untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat kedaulatan, ketahanan bangsa, dan kesejahteraan masyarakat.
"Bangsa ini memiliki sumber daya, lahan, petani, teknologi, dan kemampuan untuk mewujudkan swasembada pangan," kata Ahmad Yohan.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis dan bersatu mengawal agenda swasembada pangan yang tengah dijalankan pemerintah. Menurutnya, tantangan seperti perubahan iklim, gejolak ekonomi global, hingga dinamika pangan dunia tidak boleh melemahkan keyakinan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tantangan pasti ada, termasuk perubahan iklim dan El Nino, tetapi faktanya kita mampu menghadapinya dengan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah bersama petani di seluruh Indonesia," ujarnya.
Ahmad Yohan menilai kemampuan memproduksi pangan sendiri menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya dukungan seluruh elemen bangsa terhadap upaya mewujudkan kemandirian pangan.
"Ketika bangsa ini sedang bergerak menuju swasembada, yang dibutuhkan adalah dukungan, pengawasan, dan kritik yang konstruktif, bukan pesimisme yang tidak berdasar," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!