Polres Bekasi Tangkap Pelaku Pembunuhan Anak Punk di Cikarang
📅 Senin, 29 Jun 2026, 13:56 WIB | Oleh: SujarKABUPATEN BEKASI -- Kepolisian Resor Metro Bekasi menangkap seorang anak punk berinisial FA yang diduga membunuh rekan sesama pengamen di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akibat perselisihan yang diduga dipicu persoalan asmara.
"Pelaku berinisial D berhasil diamankan petugas setelah sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang," kata Kapolsek Cikarang Barat, Polres Metro Bekasi Komisaris Pol. Dimas Adhit Putranto di Cikarang, Senin.
Dimas menjelaskan peristiwa itu bermula dari cekcok antara pelaku dan korban yang sama-sama berprofesi sebagai pengamen jalanan. Perselisihan diduga dipicu ketertarikan keduanya terhadap seorang perempuan yang sama.
Cekcok tersebut berujung penusukan terhadap korban di sebuah rumah kontrakan di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, pada Sabtu (27/6).
Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi," ujar Dimas.
Ia mengatakan pelaku tidak berada di lokasi saat petugas tiba. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa pelaku melarikan diri seusai kejadian sebelum akhirnya berhasil ditangkap.
Menurut Dimas, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut.
Korban mengalami luka tusuk di dada sebelah kiri dan perut. Berdasarkan keterangan warga, korban diduga mengalami sekitar lima luka tusuk akibat senjata tajam.
Ketua RT setempat Boy Sandi mengatakan perselisihan antara korban dan pelaku telah terjadi sejak sehari sebelum kejadian. Berdasarkan informasi yang diterimanya, keduanya sempat bertengkar di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati sebelum berlanjut ke Kalijaya.
"Kami tidak mengetahui secara pasti awal kejadiannya. Informasinya mereka sempat cekcok sejak sore, lalu menjelang subuh ada warga yang melapor. Saat kami tiba di lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit," katanya.
Boy mengatakan korban dan pelaku sama-sama berprofesi sebagai pengamen anak punk. Menurut dia, perselisihan diduga dipicu rasa cemburu terhadap seorang perempuan yang juga dikenal di lingkungan tersebut.
"Sepertinya ada motif asmara karena rasa cemburu," katanya.
Korban meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis. Boy menambahkan perempuan yang diduga menjadi pemicu perselisihan telah tinggal di rumah kontrakan tersebut sekitar delapan bulan dan selama itu tidak pernah menimbulkan persoalan di lingkungan setempat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!