GIAMM: Tembus 100 Negara & USD 7 Miliar! Industri Komponen Otomotif RI Makin Kokoh di Rantai Pasok Global
📅 Senin, 29 Jun 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Antara
JAKARTA– Industri komponen otomotif Indonesia dinilai memiliki daya tahan (resiliensi) yang kuat sekaligus semakin kokoh sebagai bagian dari rantai pasok global. Kondisi tersebut ditopang oleh meningkatnya ekspor, terjaganya kapasitas produksi, serta dukungan berkelanjutan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing industri.
Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki, mengatakan industri komponen otomotif nasional kini telah memasuki fase ekspansi sebagai bagian dari global supply chain dengan tujuan ekspor ke berbagai negara.
"(Industri komponen otomotif) fase lagi bisa ekspor ke mana-mana. jadi sebagai global supply chain," katanya di Jakarta, Senin (29/6).
Ia menjelaskan, masuknya industri komponen Indonesia ke rantai pasok global membuat pelaku usaha harus mampu bersaing dengan banyak negara. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas menjadi faktor utama agar industri nasional tetap kompetitif.
Menurutnya, pembinaan dari Kementerian Perindustrian melalui berbagai program, termasuk implementasi Industri 4.0, memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas pabrik. Berbagai pelatihan yang diberikan turut membantu industri beradaptasi dengan tuntutan manufaktur modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rachmat juga menilai dukungan pemerintah sangat terasa pada masa pandemi COVID-19. Saat itu, industri komponen tetap dapat beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga mampu menjaga kontinuitas pasokan bagi rantai produksi global.
Selain itu, stimulus yang diupayakan Kemenperin terhadap industri kendaraan bermotor berhasil menjaga permintaan domestik. Menurutnya, pasar dalam negeri yang kuat menjadi fondasi penting untuk menciptakan skala ekonomi sebelum industri mampu bersaing di pasar ekspor.
"Sehingga industri roda empat kan naik. Dengan naiknya industri roda empat ini, otomatis supply komponennya akan tetap jalan. Hal-hal seperti itu juga penting," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data GIAMM, hingga kuartal I 2026 industri otomotif roda empat tumbuh 14 persen secara tahunan (year on year). Kinerja tersebut membantu industri komponen mempertahankan kapasitas produksinya, didukung pula oleh pasar roda dua yang relatif stabil.
Lebih lanjut, Rachmat mengatakan pemerintah terus mendorong industri komponen agar mampu bertransformasi menuju kendaraan rendah emisi melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) di semua lini, mulai dari ICE hingga BEV.
Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pendalaman struktur industri melalui target tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen secara bertahap.
Ia menambahkan, Kementerian Perindustrian juga terus memberikan arah kebijakan agar industri nasional semakin terintegrasi dalam rantai pasok global.
"Pemerintah selalu nge-trigger kita dengan peraturan-peraturan supaya kita bisa masuk ke arah global supply chain," ujarnya.
GIAMM mencatat, pada 2025 industri komponen otomotif Indonesia telah mengekspor produk ke lebih dari 100 negara dengan nilai melampaui 7 miliar dolar AS. Pasar utama ekspor meliputi Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan kawasan ASEAN.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!