Gelombang Panas Ancam Gletser Swiss Kehilangan Es dalam Jumlah Besar
📅 Senin, 29 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiIa menyebut kondisi tahun 2026 sangat mirip dengan 2022, yang menjadi tahun paling ekstrem bagi gletser Alpen dengan tingkat pencairan tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
Serap Radiasi Matahari
Tahun ini, jumlah salju yang mengisi kembali permukaan gletser tercatat turun sekitar 25 persen dibandingkan rata-rata periode 2010–2020. Sementara itu, suhu hangat pada Mei menyebabkan lapisan salju menghilang lebih awal.
Ketika lapisan salju putih yang memantulkan sinar matahari lenyap, permukaan es yang lebih gelap akan terbuka sehingga menyerap radiasi matahari lebih besar. Kondisi tersebut menciptakan efek umpan balik yang mempercepat pencairan gletser.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski besaran pasti kehilangan es baru akan dihitung pada September mendatang, Huss menegaskan bahwa penyusutan gletser tahun ini dipastikan kembali sangat besar.
Gletser di Pegunungan Alpen Swiss mulai menyusut sekitar 170 tahun lalu. Pada awalnya laju penyusutan relatif lambat, tetapi meningkat tajam dalam beberapa dekade terakhir seiring pemanasan iklim global.
Data menunjukkan volume gletser Swiss menyusut sekitar 38 persen sepanjang periode 2000–2024. Dalam 50 tahun terakhir, Swiss juga telah kehilangan sekitar 1.200 gletser, sehingga kini hanya tersisa sekitar 1.300 gletser.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Gletser-gletser yang hilang itu berukuran kecil, tetapi masih relevan di wilayah pinggiran Pegunungan Alpen," kata Huss.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!