Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Film Commission Diluncurkan: Simak Layanan Satu Pintu Filming in Jakarta untuk Sineas

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 17:05 WIB | Oleh:
Jakarta Film Commission Diluncurkan: Simak Layanan Satu Pintu Filming in Jakarta untuk Sineas Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan Jakarta Film Commission sebagai upaya memperkuat ekosistem industri perfilman sekaligus mengukuhkan Jakarta sebagai kota sinema dan pusat perfilman nasional. Peluncuran tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di XXI Djakarta Theater, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan Jakarta Film Commission (JFC) sebagai upaya memperkuat ekosistem industri perfilman sekaligus mengukuhkan Jakarta sebagai kota sinema dan pusat perfilman nasional. Peluncuran tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di XXI Djakarta Theater, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).

JFC dibentuk untuk memberikan layanan terpadu kepada pelaku industri film dan audiovisual, mulai dari penyediaan informasi, koordinasi, hingga fasilitasi berbagai kebutuhan produksi yang dilakukan di Jakarta. Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Jakarta sebagai destinasi produksi film, baik nasional maupun internasional.

"Sebagai kota sinema, hari ini kami meluncurkan Jakarta Film Commission."

"Tugasnya mendukung pengembangan ekosistem perfilman, sekaligus memfasilitasi produksi film dan audiovisual di Jakarta melalui layanan informasi, koordinasi, dan fasilitasi industri," ujar Rano.

Selain meluncurkan JFC, Pemprov DKI Jakarta juga mengumumkan pemberian insentif berupa keringanan pokok Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 50 persen untuk tontonan film nasional. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan industri perfilman Tanah Air.

Rano menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan hasil pembahasan bersama asosiasi produser film dan Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI). Insentif itu diharapkan mampu mendorong semakin banyak rumah produksi membuat film nasional, khususnya yang mengambil lokasi syuting di Jakarta.

"Kami ingin menyampaikan kepada produser film Indonesia bahwa mulai malam ini pajak tontonan film nasional dikembalikan sebesar 50 persen."

"Kebijakan ini pernah berlaku pada era gubernur sebelumnya, sempat terhenti karena regulasi, dan kini kami hadirkan kembali," katanya.

Menurutnya, pemberian insentif tersebut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan aktivitas produksi film di ibu kota. Semakin banyak produksi film yang berlangsung di Jakarta, semakin besar pula dampak ekonomi yang dapat dirasakan oleh berbagai sektor pendukung industri kreatif.

"Keringanan ini menjadi insentif bagi rumah produksi agar semakin banyak membuat film, terutama di Jakarta, sehingga memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema dan pusat perfilman nasional," jelasnya.

Sebagai bagian dari layanan JFC, Pemprov DKI Jakarta juga menghadirkan platform Filming in Jakarta yang dirancang sebagai layanan satu pintu bagi para pelaku industri film. Platform tersebut mempermudah proses produksi melalui penyediaan informasi lokasi syuting, koordinasi antarlembaga, pengurusan perizinan, hingga akses terhadap berbagai fasilitas pendukung.

Rano mengatakan, keberadaan layanan terpadu tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi di sektor ekonomi kreatif. Selain membuka lapangan pekerjaan bagi kru lokal, produksi film juga diyakini dapat memperkuat citra Jakarta melalui berbagai karya audiovisual.

"Jakarta Film Commission adalah wujud ekosistem one stop service untuk industri film."

"Saat ini kami fokus pada program Filming in Jakarta, tetapi ke depan akan dikembangkan berbagai bentuk kolaborasi dengan pelaku industri film," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Pengaturan pembelian BBM di Bali

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pengaturan pembelian BBM di...

Ritual Munara Fan Nanggi di Biak

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Ritual Munara Fan Nanggi di...

Hiu paus terdampar di Bantul

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Hiu paus terdampar di Bantul
Megapolitan
Semarak Hari Kebudayaan Nas...

Edukasi bantuan hidup dasar di Palu

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Edukasi bantuan hidup dasar...
Nasional
Memperkuat penanganan karhu...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.