Festival Budaya Dayak Kenyah di Pampang Jadi Benteng Pelestarian Tradisi Leluhur
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim PenulisSamarinda - Festival Budaya Dayak Kenyah di Kampung Budaya Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan nilai-nilai tradisi budaya panen leluhur.
"Semua kemajuan fisik kota tidak akan memiliki arti apa pun jika nilai-nilai sosial tidak tumbuh dan dirawat di atas pondasi budaya," kata Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Kamis (25/6).
Pemkot Samarinda menilai pelestarian budaya jauh lebih esensial dibandingkan hanya berfokus pada kemajuan pembangunan infrastruktur kota.
Andi menegaskan tidak ada gunanya membangun proyek megah seperti terowongan dan Teras Samarinda jika persatuan sosial tidak dijaga.
Nilai-nilai luhur yang diwariskan melalui festival adat ini terbukti menjadi pondasi paling fundamental untuk merawat keutuhan hidup masyarakat secara bersama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesadaran merawat warisan budaya ini telah tertanam kuat sebagai wujud nyata dukungan dan sumbangsih masyarakat adat setempat.
"Nenek moyang kita tidak meninggalkan perak maupun emas, tetapi kekayaan budaya inilah yang kami persembahkan sebagai bentuk dukungan kepada daerah," ujar Kepala Adat Kampung Budaya Pampang Esrom Palan.
Kampung budaya ini turut mengajarkan strategi komunitas adat untuk bertahan hidup secara mandiri di tengah pesatnya modernisasi kawasan perkotaan
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semboyan orang tua kami mengingatkan bahwa hasil berladang bisa saja habis, tetapi kalau kita hidup berbudaya maka nilainya tidak akan pernah habis," ucap Esrom.
Menurut dia, kearifan pelestarian seni warisan menjadi daya tarik bagi para pengunjung luar yang ingin melihat langsung kebudayaan Pampang.
Kehadiran para tamu tidak hanya berdampak pada pelestarian moral generasi muda, melainkan turut membantu roda perekonomian masyarakat adat agar tetap bertahan.
"Semoga keindahan seni budaya di Kampung Budaya Pampang ini bisa terus menawan hati orang-orang dari berbagai daerah agar datang berkunjung," tambahnya.
Keamanan kampung yang senantiasa dijaga oleh aparat TNI dan Polri menjadi pilar kenyamanan warga dalam merawat tradisi budaya panen tersebut.
"Keseimbangan antara kebanggaan pelestarian tradisi leluhur dan kerukunan sosial merupakan kunci terciptanya kedamaian sejati di tengah masyarakat," ujar Esrom.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!