Waspada! BPBD Cianjur Ingatkan Warga Potensi Curah Hujan Tinggi

Rabu, 24 Jun 2026, 18:36 WIB

CIANJUR, JAWA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta warga untuk tetap mewaspadai potensi curah hujan tinggi di wilayah setempat karena berpotensi memicu terjadinya bencana alam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Selasa (23/6), mengatakan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih terjadi di Cianjur selama beberapa hari ke depan.

Ket. Foto: Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/Ahmad Fikri

Oleh karena itu, hal tersebut harus diwaspadai masyarakat yang tinggal di bantaran sungai serta perkampungan dekat tebing dan perbukitan. Mereka diminta segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana, terutama ketika hujan turun pada malam hari.

"Informasi peringatan dini cuaca dari BMKG potensi hujan melanda sebagian besar wilayah Cianjur pada 23-24 Juni dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga berpotensi memicu terjadinya bencana alam," katanya.

Pihaknya mendata wilayah yang berpotensi terjadi bencana alam akibat hujan deras di wilayah selatan seperti Kecamatan Kadupandak, Sukanagara, Cidaun, Pagelaran hingga Cijati. Sementara di wilayah timur meliputi Karang Tengah, Mande, Cilaku, dan Bojongpicung.

Pihaknya melalui aparat desa dan kecamatan, serta relawan telah meminta masyarakat di seluruh wilayah Cianjur tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan ketika menghadapi perubahan cuaca dari hujan ke kemarau.

Berdasarkan informasi dari BMKG sebagian wilayah di Indonesia termasuk Cianjur saat ini tengah memasuki kemarau basah, dimana potensi hujan turun masih akan terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat.

Untuk puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus sampai September. Masyarakat diminta melakukan berbagai upaya melakukan antisipasi dampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih dengan membangun embung dan menyiapkan bak penampungan.

"Kami meminta masyarakat terutama di wilayah kekeringan mulai dari utara hingga selatan, melakukan berbagai upaya antisipasi termasuk menyiapkan bak penampungan di pinggir jalan guna memudahkan pendistribusian air," katanya.

Sedangkan antisipasi dan pemetaan wilayah rawan kekeringan telah dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan dinas terkait dan Perumdam Cianjur untuk menyiagakan truk tangki guna mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.