Diduga Peluru Latihan Nyasar ke Pemukiman, Warga Blokade Jalur Pantura Surabaya–Banyuwangi

Kamis, 23 Jul 2026, 18:34 WIB

SURABAYA - Jalur nasional Pantai Utara (Pantura) yang menghubungkan Surabaya, Pasuruan, Probolinggo hingga Banyuwangi lumpuh total pada Kamis (23/7). Ratusan hingga seribuan warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, bersama warga dari sejumlah desa sekitar, memblokade jalan tepat di depan Markas Komando Latihan Marinir (Kolatmar) Grati.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan peluru latihan militer yang kembali nyasar ke kawasan permukiman warga. 

Ket. Foto: Massa yang terdiri dari laki-laki, perempuan, hingga anak-anak menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas. — Sumber: Istimewa

Dari akun Pasuruan Kekinian, massa yang terdiri dari laki-laki, perempuan, hingga anak-anak menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas. Akibatnya, antrean kendaraan mengular panjang di kedua sisi jalur Pantura, salah satu urat nadi transportasi utama di Jawa Timur. 

Dihimpun dari berbagai sumber, menurut Sekretaris Desa Alastlogo, Sugianto, warga sudah berulang kali mengeluhkan proyektil yang diduga berasal dari latihan militer. Ia menyebut insiden terbaru bahkan hampir mengenai seorang anak kecil, sehingga memicu kemarahan masyarakat.

"Kami blokade agar ada perhatian dari pihak terkait. Sebelumnya kami sudah bertemu komandan dan berharap ada komitmen untuk mengevaluasi latihan tersebut," ujarnya. 

Warga mengaku aksi tersebut berlangsung spontan karena merasa keselamatan mereka semakin terancam. Mereka meminta latihan tempur dievaluasi secara menyeluruh, terutama karena lokasi latihan berada sangat dekat dengan kawasan permukiman. Selain investigasi atas dugaan peluru nyasar, masyarakat juga menuntut adanya jaminan keamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. 

Aksi ini juga mendapat perhatian DPRD Kabupaten Pasuruan. Sejumlah anggota dewan turun langsung menemui warga dan mendesak agar dugaan peluru nyasar segera diusut tuntas. DPRD menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dan meminta ada solusi permanen agar aktivitas latihan militer tidak lagi membahayakan warga sekitar. 

Peristiwa ini terjadi di tengah upaya pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut menyelesaikan berbagai persoalan di kawasan latihan militer Lekok dan Nguling. Sebelumnya, pada Juni 2026, kedua pihak telah sepakat membentuk tim ad hoc untuk mempercepat penyelesaian sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kawasan latihan tersebut. 

Hingga Kamis sore, warga masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Kolatmar Grati dan instansi terkait. Sementara itu, arus lalu lintas di jalur Pantura masih mengalami gangguan akibat aksi pemblokadean yang menyebabkan kemacetan panjang di kedua arah. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.