Lawan Ancaman Kekeringan, Kementan Percepat Pembangunan Irigasi Perpompaan di Natuna

Kamis, 23 Jul 2026, 18:10 WIB

NATUNA – Peningkatan produktivitas pertanian menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan iklim dan alih fungsi lahan.

Upaya ini tidak cukup hanya melalui perluasan areal tanam, tetapi juga memerlukan penerapan teknologi, penggunaan benih unggul, modernisasi alat pertanian, serta penguatan akses pembiayaan dan pasar.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pompa alkon bantuan dari Kementerian Pertanian untuk mencegah dampak buruk dari cuaca El Nino. — Sumber: ANTARA/ HO-Kementan

Dengan produktivitas yang lebih tinggi, sektor pertanian dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih besar, menjaga stabilitas pasokan pangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membangun lima unit irigasi perpompaan (irpom) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali di Natuna, Kamis (23/7), mengatakan lima unit irigasi tersebut dibangun di tiga kecamatan, yakni tiga unit di Kecamatan Serasan Timur, satu unit di Kecamatan Bunguran Tengah, dan satu unit di Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Menurut dia, irigasi perpompaan merupakan sistem pengairan yang memanfaatkan pompa untuk menyalurkan air ke lahan pertanian. Pada proyek yang sedang dibangun di Natuna, sumber air berasal dari sumur sehingga diharapkan dapat menjamin ketersediaan air bagi sawah sepanjang musim.

"Tujuannya agar petani dapat meningkatkan intensitas tanam. Kalau sebelumnya hanya satu kali tanam dalam setahun, dengan adanya pengairan yang memadai bisa meningkat menjadi dua bahkan tiga kali tanam," katanya.

Ia menjelaskan pembangunan irigasi perpompaan difokuskan untuk lahan persawahan guna meningkatkan produksi padi. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Ia menjelaskan selain bantuan itu, pemerintah pusat juga telah memberikan berbagai bantuan mulai atas pupuk hingga bibit. Bantuan itu didapat setelah adanya usulan dari pemerintah daerah.

Wan Syazali mengatakan berbagai program yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data DKPP Natuna, produksi gabah kering panen (GKP) terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, produksi padi tercatat sebanyak 113,68 ton, kemudian meningkat menjadi 219,69 ton pada 2025. Sementara hingga Juli 2026, produksi telah mencapai 106,80 ton.

"Hal ini menunjukkan keberhasilan berbagai program pemerintah dalam mendorong petani meningkatkan produksi padi," ujarnya.

Ia menambahkan peningkatan produksi tersebut juga tidak terlepas dari peran aktif para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan, mulai dari penerapan teknologi budidaya hingga pemanfaatan bantuan pemerintah secara optimal.

Menurut dia, keberadaan irigasi perpompaan akan semakin memperkuat upaya peningkatan produksi karena persoalan ketersediaan air yang selama ini menjadi kendala dapat diatasi.

"Dengan dukungan pengairan yang lebih baik serta bantuan sarana produksi pertanian, kami berharap produksi padi di Natuna terus meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat," kata Wan Syazali.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.