DPRD DKI Minta Pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Masuk APBD-P 2026

Kamis, 23 Jul 2026, 18:00 WIB

JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mempercepat pembangunan kembali gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, yang ambruk sejak November 2024. Percepatan tersebut dinilai mendesak agar para siswa dapat kembali belajar dengan fasilitas yang layak setelah hampir dua tahun menjalani proses pembelajaran dalam kondisi terbatas.

Desakan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino bersama Anggota Komisi E Chicha Koeswoyo saat meninjau langsung lokasi sekolah pada Kamis (23/7). Keduanya menilai persoalan tersebut harus menjadi prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Ket. Foto: DPRD DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mempercepat pembangunan kembali gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, yang ambruk sejak November 2024. Percepatan tersebut dinilai mendesak agar para siswa dapat kembali belajar dengan fasilitas yang layak setelah hampir dua tahun menjalani proses pembelajaran. — Sumber: DPRD DKI Jakarta

"Permasalahan ini yang sepatutnya memang tidak terjadi," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dialihkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 pada sesi siang. Menurut Wibi, skema tersebut memang menjadi solusi sementara, tetapi berdampak terhadap efektivitas waktu belajar sehingga diperlukan langkah cepat agar para siswa kembali memperoleh proses pembelajaran yang optimal.

"Siswa-siswa harus tetap mendapatkan pembelajaran yang maksimal, optimum, dan kami mendorong itu," kata Wibi.

Selain meminta percepatan pembangunan, DPRD juga mendorong agar anggaran pembangunan kembali gedung sekolah dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026. Menurut Wibi, pembangunan fasilitas pendidikan harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah karena menyangkut hak dasar masyarakat.

"Ini adalah anggaran prioritas," tandasnya.

Wibi juga meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersama Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab ambruknya bangunan sekolah. Selain itu, ia meminta pemerintah menginventarisasi seluruh gedung sekolah yang telah berusia tua atau berpotensi mengalami kerusakan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Tolong diinventaris mana sekolah-sekolah yang kiranya usang atau harus direhab," tuturnya.

Ia menegaskan Jakarta yang tengah bertransformasi menjadi kota global tidak boleh masih dihadapkan pada persoalan infrastruktur pendidikan yang membahayakan keselamatan peserta didik. Karena itu, koordinasi antarinstansi harus diperkuat agar penanganan dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

Senada dengan itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Chicha Koeswoyo menilai pengawalan anggaran dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pembangunan gedung sekolah. Menurutnya, seluruh pihak harus bekerja sama agar siswa dapat menjalani proses belajar yang lebih baik pada tahun ajaran mendatang.

"Ini jadi PR bersama. Kita harus mencari solusi bersama untuk menyelesaikan tahun ajaran berikut agar siswa bisa mengikuti pendidikan yang lebih baik lagi," ujar Chicha.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Santoso menjelaskan bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ambruk pada 27 November 2024 saat hujan deras mengguyur wilayah Jakarta. Beruntung, saat kejadian sekolah sedang libur karena pelaksanaan Pilkada sehingga tidak ada korban.

"Ambruknya ruangan kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 terjadi pada tanggal 27 November 2024. Memang situasinya waktu itu hujan lebat. Alhamdulillah sedang libur karena ada Pilkada," jelas Santoso.

Ia menambahkan seluruh aktivitas belajar sementara dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Ke depan, Pemprov DKI Jakarta merencanakan pembangunan gedung baru yang akan menggabungkan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dalam satu kompleks sekolah, meski hingga kini realisasinya masih menunggu proses lebih lanjut.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.