24 Ribu Hektar Lahan di Jawa Siap Dukung Program PLTS 100 GW
Selasa, 02 Jun 2026, 15:35 WIBJAKARTA-Sebanyak 24 ribu hektar lahan di Pulau Jawa disiapkan untuk mendukung program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang dicanangkan Presiden Prabowo SubiantoÂ
Hal itu bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi menuju energi bersih. Pada tahap awal, proyek ini akan dimulai dengan pembangunan 17 GW yang didukung oleh fasilitas battery energy storage system (BESS) sekitar 33 GW.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan pemerintah akan mempercepat proyek ketenagalistrikan berbasis tenaga surya atau PLTS 100 GW. Percepatan tersebut dilakukan dengan mempersiapkan regulasi dasar sekaligus memastikan kesiapan lahan untuk mendukung pembangunan proyek.
"Terkait dengan kelistrikan, kita berusaha untuk memperkuat sistem kelistrikan secara nasional. Dan di antaranya adalah eksekusi arahan Presiden untuk PLTS 100 gigawatt. Jadi kalau proyek PLTS 100 gigawatt kita akan lakukan percepatan dengan mempersiapkan basic regulasi dan segera mengeksekusi ketersediaan lahan," ungkap Yuliot di Jakarta, Selasa (2/6).
 Yuliot mengatakan Kementerian ESDM bersama instansi terkait telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN. Dari hasil identifikasi, terdapat sekitar 24.000 hektare lahan di Pulau Jawa yang berpotensi digunakan untuk pengembangan proyek tersebut.
Selain regulasi, pemerintah juga memprioritaskan penyediaan lahan sebagai salah satu faktor utama keberhasilan proyek. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan percepatan pembangunan PLTS sebesar 17 GW yang akan didukung oleh fasilitas penyimpanan energi berbasis baterai sekitar 33 GW.
"Percepatan akan kita mulai dengan membangun 17 gigawatt terlebih dahulu. Dan juga ada battery energy storage atau BASE yang kita bangun sekitar 33 gigawatt," tutur Yuliot.
Pemerintah pada tahun ini juga optimistis menargetkan penambahan 17 gigawatt energi terbarukan melalui PLTS dalam skala nasional. Target tersebut mencakup penambahan kapasitas PLTS sekaligus pengurangan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta percepatan transisi menuju energi hijau, salah satunya melalui pengembangan PLTS skala besar. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang PLTS nasional dapat mencapai 100 GW pada 2029 sebagai bagian dari strategi penguatan energi bersih dan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil.Â
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
- Transisi Energi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Hari Kedua Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil
-
PLTS Dukung Aktivitas Usaha Nelayan di Batam
-
Lahan Pertanian Butuh Air Irigasi, Pemkab Bekasi Lanjutkan Normalisasi SS Kalen Kendal
-
Target PLTS 100 GWp Makin Dekat, Regulasi Percepatan Mulai Digodok
-
Venteny Perkuat Bisnis B2B Financial Services dan Employee Super App
-
BNPB Catat Luas Karhutla di Sumsel Turun 88 Persen dalam Tiga Tahun Terakhir
-
Usai B50, Prabowo Perintahkan E50! RI Siap Setop Impor Bensin 40 Juta Kiloliter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.