Mobil Listrik Kuasai Pasar Otomotif Eropa, Warga Mulai Tinggalkan Mobil Bensin
Rabu, 24 Jun 2026, 20:37 WIBEROPA - Permintaan kendaraan listrik berbasis baterai (battery-electric vehicle / BEV) di seluruh Eropa, termasuk Inggris dan negara-negara organisasi perdagangan bebas dan integrasi ekonomi antarpemerintah di Eropa (European Free Trade Association ââââââ/ EFTA) terus meningkat.
Laman Carscoops, Rabu (24/6) waktu setempat melaporkan bahwa pada Mei, kendaraan listrik berhasil menggeser mobil bermesin bensin murni ke posisi ketiga dalam jenis sistem penggerak yang paling banyak diminati, hanya berada di belakang mobil hibrida konvensional.
Merek-merek asal Tiongkok juga ikut mendorong perubahan ini dengan mencatatkan penjualan 121.030 unit di Eropa pada Mei, hampir dua kali lipat dibandingkan Mei 2025 dan untuk pertama kalinya meraih pangsa pasar 10,7 persen.
Jika mencakup Inggris, negara-negara EFTA yaitu Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss, serta Uni Eropa, total registrasi mobil baru naik 3,6 persen menjadi 1,15 juta unit pada Mei. Di Uni Eropa saja, jumlah registrasi meningkat 3,2 persen menjadi 955.013 unit dibandingkan Mei tahun lalu.
Namun yang paling menarik perhatian adalah lonjakan permintaan kendaraan listrik. Di seluruh Uni Eropa, sebanyak 950.521 kendaraan listrik berbasis baterai baru terdaftar selama lima bulan pertama tahun ini, memberikan pangsa pasar sebesar 20 persen.
Angka tersebut berada sedikit di bawah mobil bensin yang menguasai 22,4 persen pasar dan masih jauh di bawah mobil hibrida yang mencapai 37,8 persen.
Jika Inggris dan negara-negara EFTA turut dihitung, pangsa pasar BEV sejak awal tahun (year-to-date/YTD) naik menjadi 21,4 persen, hanya sedikit di bawah mobil bensin yang mencatat 22,3 persen.
Kendaraan plug-in hybrid (PHEV) juga mengalami pertumbuhan, dengan 460.217 unit terdaftar di Uni Eropa hingga Mei dan menguasai 9,7 persen pasar, naik dari 8,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Mei menjadi bulan rekor
Pada Mei saja, kendaraan listrik berbasis baterai di Uni Eropa menguasai 21,3 persen pasar, hanya sedikit di bawah mobil bensin yang mencapai 22 persen. Namun, jika cakupannya diperluas ke Uni Eropa, EFTA, dan Inggris, kendaraan listrik justru berhasil mengungguli mobil bensin murni dengan pangsa pasar 23,3 persen, dibandingkan 21,7 persen untuk mobil bensin.
Perbedaan ini terutama dipengaruhi oleh Inggris dan negara-negara Nordik, yang memiliki tingkat adopsi kendaraan listrik paling tinggi. Tanpa memasukkan pasar-pasar tersebut, mobil bensin masih sedikit unggul di kawasan Uni Eropa. Namun ketika pasar-pasar itu dihitung, urutannya berbalik.
Peningkatan penjualan kendaraan listrik terkonsentrasi di beberapa pasar utama. Penjualan BEV melonjak 75,7 persen di Italia, 55,4 persen di Prancis, dan 40,9 persen di Jerman.
Tesla berperan besar dalam pertumbuhan tersebut, dengan penjualan di Eropa yang hampir dua kali lipat pada Mei. Model Y kembali menjadi kendaraan listrik terlaris dengan penjualan 17.183 unit, naik 68 persen, dan model ini menjadi kendaraan listrik paling laris di kawasan tersebut sekaligus mobil terlaris ketiga secara keseluruhan.
Penjualan Model 3 naik 198 persen menjadi 9.566 unit, menempatkannya di posisi kedua kendaraan listrik terlaris setelah hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara kendaraan listrik semakin populer di seluruh kawasan, permintaan terhadap mobil bensin turun 18,2 persen hingga akhir Mei. Registrasi mobil diesel juga turun 16,6 persen, sehingga diesel hanya menyumbang 7,6 persen dari total registrasi mobil baru di Uni Eropa.
Prancis mengalami penurunan terbesar, dengan registrasi mobil bensin turun 36,8 persen. Penjualan di Spanyol juga turun 20,3 persen, sementara di Jerman turun 18,5 persen.
Merek-merek Tiongkok terus menguat
Permintaan terhadap kendaraan asal Tiongkok juga terus meningkat. Tahun ini, Geely Group telah menjual 176.676 kendaraan di Uni Eropa, EFTA, dan Inggris, naik 6,5 persen dibandingkan periode JanuariâMei tahun lalu.
Penjualan SAIC meningkat 11,6 persen menjadi 141.490 unit, sementara penjualan BYD melonjak 145,2 persen menjadi 135.307 unit.
Pada Mei, BYD berhasil melampaui SAIC Motor, induk merek MG, dan menjadi produsen mobil asal Tiongkok dengan penjualan terbesar di Eropa. Sementara itu, Chery hanya tertinggal beberapa ratus unit penjualan dari SAIC.
Kinerja berbagai merek di bawah Chery juga menunjukkan tren yang sama. Total penjualan gabungan merek Chery, Jaecoo, Jetour, dan Omoda melonjak 316 persen menjadi 122.843 unit.
Sementara itu, Leapmotor mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 552,9 persen menjadi 43.037 unit. Produsen mobil Tiongkok lainnya juga membukukan kenaikan tajam pada Mei, termasuk Xpeng yang tumbuh 138 persen. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
KPK Ungkap Alasan Panggil Staf PBNU Berinisial SB di Kasus Kuota Haji
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
-
Penggantian Baterai Mobil Listrik, Simak Mekanisme dan Perkiraan Biayanya!
-
Pesawat Cessna Jatuh di Texas AS, Lima Orang Tewas
-
Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB
Rakerna SP PLN 2026: 1.150 Pekerja PLN Komit Jaga Ketahanan Energi Nasional, Kawal Amanat Konstitusi
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.