Wow Fantastis! Pemerintah Targetkan Investasi Rp2.322 Triliun pada 2027
Sabtu, 15 Agu 2026, 00:07 WIBJAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani mengatakan pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp2.322 triliun pada 2027.
Target investasi tersebut meningkat Rp280,7 triliun atau sekitar 13,8 persen dibandingkan target 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Dalam paparan Rosan, target Rp2.322 triliun ditetapkan untuk 2027 sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
âSesuai Rencana Kerja Pemerintah untuk 2027, target investasi yang ditargetkan kepada kami oleh Pak Rachmat Pambudy sebagai Ketua Bappenas itu ditargetkan di 2027 adalah 2.322 triliun. Naik dari target tahun ini sebesar 2.041,3 triliun,â kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian RAPBN 2027 menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027.
Target tersebut merupakan titik sasaran dalam rentang pertumbuhan 5,8â6,5 persen yang sebelumnya dibahas pemerintah bersama DPR.
Sebelumnya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, Prabowo juga menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen pada akhir 2026.
Rosan mengatakan investasi menunjukkan peran yang meningkat terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pada triwulan II 2026, lanjut dia, komponen investasi tumbuh 6,87 persen secara tahunan dan menyumbang sekitar 39 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.
âInvestasi menyumbang kurang lebih 39 persen dari total pertumbuhan triwulan kedua, di atas kisaran biasanya normalnya tuh di 28 atau 28, 29 persen,â ungkap Rosan.
Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Capaian itu setara dengan 49,5 persen dari target investasi 2026.
Realisasi investasi selama enam bulan pertama 2026 juga menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia atau meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
âTentunya angka ini belum termasuk kesempatan kerja tidak langsung dan aktivitas pendukung investasi lainnya,â ujarnya.
Rosan menekankan angka pertumbuhan ekonomi dan hilirisasi bukan menjadi tujuan akhir, melainkan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
âSetiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan kerja yang baik, yang berkualitas, sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup dari masyarakat kita,â tutur dia.
Dari total realisasi investasi semester I 2026, investasi pada sektor hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun atau 29,7 persen dari keseluruhan realisasi investasi. Nilainya tumbuh 6,9 persen secara tahunan.
Investasi hilirisasi tersebut masih didominasi sektor mineral dengan nilai Rp206,5 triliun. Sementara investasi hilirisasi perkebunan dan kehutanan mencapai Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp3,8 triliun.
Rosan mengatakan pemerintah juga mendorong pengembangan hilirisasi di sektor perkebunan dan kehutanan karena memiliki potensi penyerapan tenaga kerja lebih besar, meskipun nilai investasinya masih berada di bawah sektor mineral.
âkami mendorong juga tentunya hilirisasi di perkebunan, kehutanan, minyak dan gas bumi karena dari segi penyerapan tenaga kerjanya memang kalau investasi di hilirisasi di bidang kehutanan, di perkebunan itu penyerapan tenaga kerja lebih besar walaupun dari segi nominalnya di bawah angka dari investasi di bidang mineral,â ucap Rosan.
- Targetkan
- Investasi
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
CIMB Niaga dan Ajaib Kolaborasi Integrasikan Layanan Perbankan dan Investasi
-
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Bermodus Warung Kopi di Bekasi
-
Menhub Tegaskan Potongan Komisi Ojol 8 Persen Hanya Berlaku untuk Layanan Roda Dua.
-
PT KAI Catat Access by KAI Layani 17.009.374 Transaksi Selama Semester I 2026
-
PT KAI: Stasiun Malang Layani 1.087.795 Penumpang Selama Semester I 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.