Risiko Kebakaran, Hyundai dan Kia Minta Pemilik 14 Mobil Listrik di Amerika Parkir Jauh dari Rumah

Senin, 13 Jul 2026, 05:25 WIB

WASHINGTON DC – Hyundai dan Kia menarik kembali atau me-recall atau menarik 14 mobil listrik di Amerika Serikat setelah ditemukan potensi cacat pada sel baterai tegangan tinggi yang dapat memicu korsleting internal hingga kebakaran.

Dari Carrscoops, meski jumlah kendaraan yang terdampak relatif kecil, risiko yang muncul dinilai cukup serius. Kedua produsen otomotif asal Korea Selatan itu meminta pemilik kendaraan terdampak untuk sementara memarkir mobil di luar ruangan dan jauh dari bangunan hingga perbaikan dilakukan.

Ket. Foto: Kedua produsen otomotif asal Korea Selatan itu meminta pemilik kendaraan terdampak untuk sementara memarkir mobil di luar ruangan dan jauh dari bangunan hingga perbaikan dilakukan. — Sumber: Istimewa

Pemilik juga diminta membatasi pengisian baterai maksimal hingga 80 persen sebagai langkah pencegahan.

Masalah tersebut diduga berasal dari sel baterai produksi SK On. Elektroda di dalam sejumlah sel baterai disebut tidak sejajar sebagaimana mestinya. Kondisi ini berpotensi menyebabkan korsleting internal yang pada akhirnya dapat memicu kebakaran.

Hyundai menyebut enam unit Ioniq 5 model tahun 2023 dan 2024 kemungkinan menggunakan sel baterai tegangan tinggi yang terdampak. Pabrikan memperingatkan bahwa kebakaran berpotensi terjadi baik ketika kendaraan sedang diparkir maupun saat digunakan.

Masalah serupa juga ditemukan pada kendaraan Kia. Berdasarkan dokumen yang diajukan kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA), recall tersebut mencakup tujuh unit EV6 model tahun 2022 hingga 2024 serta satu unit SUV listrik EV9 model tahun 2024.

Pemasok baterai SK On menyebut penyimpangan dalam proses kualitas sebagai penyebab masalah tersebut.

Untuk kendaraan Kia yang terdampak, solusi yang disiapkan terbilang besar. Produsen akan mengganti seluruh paket baterai tegangan tinggi dengan unit baru yang menggunakan sel baterai yang terpasang dengan benar.

Sementara itu, Hyundai belum merinci prosedur perbaikan yang akan dilakukan. Namun, karena masalah yang ditemukan pada dasarnya serupa dan berasal dari pemasok baterai yang sama, langkah perbaikannya diperkirakan tidak akan jauh berbeda.

Sampai perbaikan selesai, pemilik kendaraan terdampak diminta tidak mengisi baterai melebihi 80 persen. Mereka juga diinstruksikan untuk memarkir kendaraan di luar ruangan dan jauh dari bangunan guna mengurangi risiko jika terjadi kebakaran.

Pemberitahuan mengenai recall tersebut telah dikirimkan kepada dealer pada 6 Juli 2026. Sementara surat pemberitahuan resmi kepada para pemilik kendaraan dijadwalkan mulai dikirim pada 7 Agustus 2026.

Kasus ini kembali menyoroti tantangan keselamatan baterai pada kendaraan listrik. Meski recall hanya melibatkan 14 unit, potensi korsleting dan kebakaran membuat Hyundai dan Kia memilih mengambil langkah pencegahan ketat hingga seluruh kendaraan yang terdampak mendapatkan perbaikan.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.