Legislator Tegaskan: Data Akurat Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting

Rabu, 24 Jun 2026, 21:50 WIB

JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menekankan pentingnya penguatan data dan sinkronisasi antar-kementerian dalam upaya percepatan penurunan stunting. Menurutnya, kebijakan penanganan stunting harus berbasis data yang akurat agar bantuan dapat tepat sasaran kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Hal itu disampaikannya usai Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6) dikutip dari laman resmi DPR RI.

Ket. Foto: Komisi IX DPR RI menekankan pentingnya penguatan data dan sinkronisasi antar-kementerian dalam upaya percepatan penurunan stunting — Sumber: istimewa

Edy mengapresiasi fokus pemerintah dalam perbaikan gizi dan percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia. Namun, ia menilai BKKBN perlu memperkuat dan memperbaiki pengelolaan data penerima manfaat program penanganan stunting.

“Tampaknya BKKBN mengambil datanya justru dari BGN. Mestinya kebalik, BGN yang ambil data dari BKKBN. Karena dia yang punya data, dia sudah mengumpulkan dengan target 84 persen data yang dimiliki keluarga Indonesia,” ujar Edy.

Menurutnya, BKKBN memiliki data yang seharusnya dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara rinci kelompok sasaran, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, anak usia di bawah dua tahun, hingga keluarga berisiko stunting di berbagai wilayah.

Ia menjelaskan, data tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyalurkan intervensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok yang paling membutuhkan.

“Dari data itu diserahkan kepada BGN untuk kemudian diintervensi melalui SPPG. Kalau itu bisa dilakukan, kami optimis anggaran yang besar di BGN itu akan mendukung BKKBN sebagai leading sector untuk penurunan target stunting,” katanya.

Lebih lanjut, Edy menekankan pentingnya penerapan evidence-based policy dalam upaya penurunan stunting. Menurutnya, setiap kebijakan harus disusun berdasarkan data yang valid dan kondisi nyata di lapangan agar program pemerintah berjalan efektif. 

“Jadi saya kira BKKBN dan BGN harus menggunakan namanya evidence-based policy. Seluruh kebijakan itu didukung oleh data dan didukung oleh kondisi real di lapangan. Ini yang perlu perbaikan ke depan, makanya hari ini kami meminta BKKBN untuk merapikan datanya,” ucapnya.

Selain itu, Edy menilai koordinasi antara BKKBN, BGN, dan Kementerian Kesehatan perlu diperkuat agar program penurunan stunting berjalan lebih efektif. Menurutnya, ketiga lembaga tersebut memiliki peran strategis yang harus saling mendukung.

“Maka ke depan ini antara BKKBN, Kemenkes, dan BGN menjadi pilar penting yang harus disinkronkan oleh Komisi IX agar target stunting di 2029 bisa 14 persen,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan anggaran yang besar harus diiringi dengan penentuan sasaran yang tepat. Karena itu, penerima manfaat program gizi perlu diprioritaskan bagi keluarga miskin, kelompok rentan, dan masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD) yang memang resiko tinggi, keluarga miskin di daerah 3T, yang memang dia tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi, itu yang menjadi prioritas antara BKKBN dan BGN ke depan,” pungkasnya. 

  • DPR RI
  • Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)
  • angka stunting

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.