Guru Wajib Tahu! Mendikdasmen Sebut Literasi Gizi Perkuat Karakter Siswa
Sabtu, 15 Agu 2026, 00:08 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan literasi gizi bagi guru dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter.
Hal tersebut disampaikan Mu'ti saat ditemui setelah Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat.
"Itu untuk membantu pelaksanaan MBG di sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Jadi, supaya guru terlibat, tidak ada penambahan beban tugas guru sama sekali, itu hanya karena selama ini kan begini," katanya.
Mu'ti menjelaskan selama ini MBG menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah, khususnya terkait dengan tujuh kebiasaan Indonesia hebat.
"Itu kan ada bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan siang bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, tidur cepat. Nah, yang di sekolah selama ini memang belum berjalan sebagaimana mestinya, karena (MBG) hanya dibagi, dan tidak ada pendampingan dari guru," paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menegaskan MBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi juga memiliki misi edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi.
"BGN itu tidak bisa kerja sendiri. Tidak sesederhana itu tugas kami membagikan makanan kepada sekolah, bukan hanya itu, karena salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi gizi," ujar Mas Dar.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai gizi sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat, yang diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat memengaruhi kebiasaan keluarga di rumah.
Selain literasi gizi, Mas Dar menekankan pentingnya keamanan pangan sebagai prioritas dalam pelaksanaan MBG. Guru dan tenaga kependidikan didorong memahami pemeriksaan organoleptik untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik aman sebelum dikonsumsi.
Melalui penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, MBG diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat, perilaku hidup bersih, serta generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
- Literasi
- Edukasi Gizi
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Biar Warga Tak Bingung, PM Jepang Janji Kembalikan Pajak Konsumsi ke 8 Persen
-
Mengenal F15 Library, Platform Baca Ringkasan Buku di Indonesia
-
Prabowo Minta Aparatur Negara Introspeksi: Jangan Melawan Kehendak Rakyat
-
Peringati Hari Yoga Sedunia, ISHA Foundation Ajak Masyarakat Kembali Temukan Keseimbangan Diri
-
Penerbit Deepublish Gelar Bedah Buku untuk Perkuat Dialog Akademik tentang Pendidikan Keagamaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.