Bahaya Obesitas Mengintai, Dokter Ingatkan Jangan Menunggu Sampai Sakit
Sabtu, 15 Agu 2026, 00:05 WIBJAKARTA - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya penyakit untuk mulai menangani obesitas.
âYang penting adalah jangan menunggu sakit dulu. Jangan berat badan bertambah terus, terus kolesterol naik, kolesterolnya dijadikan bahan obrolan. âGue nggak kerasa apa-apaâ. Itu akan menyebabkan nanti menjadi terlambat penanganannya,â kata Erwin dalam peluncuran Kampanye Edukasi mengenai Obesitas #BeraniBicaraBerat di Jakarta, Jumat.
Ia menyarankan masyarakat menerapkan tiga langkah untuk mengenali risiko obesitas, yakni AMATI, UKUR, dan BERTINDAK.
Pada langkah pertama, masyarakat perlu mengamati perubahan pada tubuh, termasuk ukuran pakaian yang mulai terasa sempit di bagian perut atau lengan.
âKalau Anda tiba-tiba pakai baju, kok lengannya jadi sempit ya? Perutnya kok jadi sempit? Di kancing baju kok jadi sempit? Nah, itu harus hati-hati,â ujarnya.
Setelah itu, masyarakat perlu mengukur berat badan dan lingkar perut secara berkala untuk mengetahui adanya peningkatan risiko kesehatan.
Erwin mengatakan laki-laki dengan lingkar perut mencapai 90 sentimeter atau lebih dan perempuan dengan lingkar perut mencapai 80 sentimeter atau lebih perlu mewaspadai risiko obesitas sentral.
Batas tersebut juga digunakan dalam petunjuk teknis Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan. Obesitas sentral menjadi salah satu kondisi yang perlu dievaluasi lebih lanjut terkait penyakit atau komplikasi yang berkaitan dengan obesitas.
Pada tahap berikutnya, masyarakat perlu bertindak dengan melakukan perubahan gaya hidup dan mencari informasi kesehatan dari sumber yang dapat dipercaya. Bila diperlukan, masyarakat juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Erwin mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis untuk melakukan pemeriksaan, termasuk mengetahui kondisi tekanan darah dan gula darah.
Program Cek Kesehatan Gratis pada 2026 juga difokuskan pada tindak lanjut hasil pemeriksaan bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan, sehingga skrining tidak berhenti pada proses pemeriksaan semata.
âSetelah itu semua, maka Anda harus bertindak,â kata Erwin.
Ia menambahkan penanganan obesitas perlu dilakukan sedini mungkin dan tidak perlu menunggu hingga muncul penyakit penyerta seperti diabetes atau gangguan metabolik lainnya.
- Obesitas
- Bahaya penyakit
- Gaya Hidup Sehat
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Babak Baru Diplomasi: Trump Bersiap Jumpa Kim Jong Un Lagi
-
Empat Tim Indonesia Lolos ke Babak Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall
-
Tren Olahraga Berbasis Komunitas Diperkuat
-
Hasil Uji Abu Vulkanik Negatif, Pesawat dan Sisi Udara Mulai Dibersihkan
-
Surabaya Siapkan Sensor Pemantau Sesar, Begini Fungsi dan Cara Kerjanya
-
Antisipasi Abu Vulkanik, Masker Dibagikan kepada Warga Saat HBKB Jakarta
-
Kampanyekan Gemarikan di SDN Cempaka Putih Barat 07, KPKP Jakpus Penuhi Gizi Anak untuk Cegah "Stunting"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.