ITS Kembangkan Teknologi Setir Otomatis Mobil Listrik Inklusif dan Rerjangkau di RI
Selasa, 28 Jul 2026, 17:57 WIBSURABAYA - Tim Peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengembangkan sistem kendali otonom modular pada kendaraan listrik untuk menghadirkan teknologi kemudi otomatis yang inklusif dan terjangkau di Indonesia.
ââUntuk mobil yang sudah memiliki ADAS seperti ini, kita lakukan pergantian sistemnya dengan kita matikan ADAS bawaan dari mobilnya,â kata Dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Rudy Dikairono ST MT di Surabaya, Selasa (28/7).
âIa menjelaskan bahwa tren global kendaraan dengan kemudi otonom seperti robotaxi di beberapa negara maju akan menjadi kebutuhan masyarakat dunia di masa depan.
Saat ini, fitur otonom umumnya hanya tersedia pada merek mobil kelas atas, sedangkan kendaraan kelas menengah ke bawah sebatas memiliki fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS).
âMelalui inovasi yang dikembangkan oleh timnya, integrasi sistem elektronik pada kendaraan listrik menjadi lebih mudah dilakukan. Sistem tersebut memungkinkan mobil beroperasi dalam dua mode sekaligus, yakni manual dan otonom.
ââKami ingin menghadirkan solusi otonom yang lebih inklusif dan terjangkau,â kata Rudy yang juga menjabat sebagai Manajer Senior Science Techno Park Information and Communication Technology (STP ICT) dan Robotika ITS.
âSecara teknis, sistem otonom ini mengusung konsep modular dengan menambahkan berbagai sensor canggih, mulai dari teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) yang berfungsi mengukur jarak menggunakan laser, hingga Global Positioning System (GPS) atau peta.
Kombinasi sensor tersebut membantu kendaraan membaca kondisi lingkungan secara komprehensif.
ââSistem kami membuat mobil mampu mengenali lingkungan dan menentukan rute secara mandiri,â ujar Pakar Robotika dan Sistem Cerdas ITS tersebut.
âSelain itu, tim ITS juga mengembangkan sistem cerdas navigasi agar mobil mampu menentukan titik tujuan serta jalur perjalanan secara otomatis sesuai kondisi di jalan raya.
âUji coba sistem telah dilakukan di lingkungan kampus ITS dengan memperhatikan regulasi yang berlaku. Kendaraan terbukti mampu mendeteksi hambatan di depan serta meresponsnya secara adaptif.
ââKami terus meningkatkan aspek keamanan agar kendaraan semakin responsif terhadap kondisi jalan,â tutur Rudy.
âKe depan, pengembangan fokus pada peningkatan kemampuan manuver menyalip dan penyesuaian kecepatan otomatis. Sistem ini juga direncanakan untuk diterapkan pada sektor pertanian dan industri.
ââKami terbuka untuk kolaborasi dengan industri agar inovasi ini bisa diimplementasikan lebih luas,â tuturnya.
âInovasi tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi kendali otonom. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Prabowo Minta Rosan Buka Data Positif Investasi Indonesia ke Publik
-
Sisir Kolong Tol MOI Sampai Subuh, 75 Polisi Gabungan Sita Barang Ini dari Jalanan Jakut
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
-
BBM Mahal, Kendaraan Listrik di Kamboja Melonjak
-
Risiko Kebakaran, Hyundai dan Kia Minta Pemilik 14 Mobil Listrik di Amerika Parkir Jauh dari Rumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.