Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 19:25 WIB | Oleh:

“Transformasi berbasis AI akan sangat bergantung pada jaringan yang dibangun hari ini, karena jaringan tersebut akan menjadi fondasi yang mendukung berbagai aplikasi masa depan,” ujar Nora.

Ia menilai 5G perlu dipandang sebagai infrastruktur strategis yang membutuhkan dukungan kebijakan jangka panjang, koordinasi lintas sektor, serta standar keamanan yang kuat.

Trafik Uplink Tumbuh Lebih Cepat

Selain pertumbuhan pelanggan, laporan Ericsson juga menyoroti perubahan pola penggunaan jaringan. Trafik uplink atau arus data dari pengguna menuju jaringan kini tumbuh lebih cepat dibandingkan downlink pada banyak operator.

Perubahan ini dipengaruhi meningkatnya penggunaan aplikasi komunikasi, konferensi digital, konten buatan pengguna (user-generated content), serta layanan penyimpanan berbasis cloud. Dari pengukuran Ericsson terhadap 55 penyedia layanan, sebanyak 43 operator mencatat pertumbuhan uplink lebih tinggi dibandingkan downlink. Bahkan 17 operator mengalami pertumbuhan uplink lebih dari 1,5 kali dibandingkan downlink.

“Kami memperkirakan tambahan trafik akibat perkembangan AI dapat membuat trafik uplink meningkat hingga tiga kali lipat atau lebih pada 2031 dibandingkan 2025,” ucapnya.

Peluang 5G Fixed Wireless Access untuk Indonesia

Laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya minat operator terhadap layanan Fixed Wireless Access (FWA) berbasis 5G sebagai strategi memperluas akses broadband. Teknologi FWA memungkinkan koneksi internet rumah menggunakan jaringan nirkabel, sehingga dapat menjadi alternatif terutama di wilayah yang belum memiliki infrastruktur fiber optik memadai.

Kawasan Asia Tenggara dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan layanan ini, termasuk Indonesia yang memiliki karakter geografis kepulauan. Pengalaman sejumlah negara seperti Filipina menunjukkan bahwa 5G FWA dapat membantu memperluas akses konektivitas di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.

Menuju Era 6G

Selain perkembangan 5G, Ericsson Mobility Report juga menyoroti persiapan menuju generasi berikutnya, yakni 6G. Teknologi 6G diproyeksikan menghadirkan konektivitas yang lebih canggih, termasuk integrasi jaringan terestrial dan satelit, efisiensi energi yang lebih tinggi, serta dukungan AI yang semakin kuat.

Proses standardisasi 6G diperkirakan selesai pada akhir 2028 atau awal 2029, dengan layanan komersial pertama diprediksi mulai hadir sekitar 2030. Ericsson menilai perkembangan 5G saat ini menjadi fondasi penting menuju era konektivitas berikutnya yang semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan dan berbagai perangkat digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.