Menaker Yassierli Tekankan Persiapan Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja Baru
📅 Senin, 22 Jun 2026, 08:31 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya persiapan bagi generasi muda Indonesia dengan keterampilan yang relevan dan karakter yang kuat agar mampu menghadapi dunia kerja baru yang terus berubah.
Menaker, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/6), menilai perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi hijau, pola kerja jarak jauh, serta meningkatnya persaingan global telah membawa perubahan besar terhadap dunia kerja.
"Lanskap dunia kerja terus berubah. Karena itu, kita perlu menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang," kata dia.
Yassierli mengemukakan, laporan Future of Jobs Report 2025 dari Forum Ekonomi Dunia memperkirakan 22 persen pekerjaan akan terdampak perubahan hingga 2030.
Pada periode yang sama, sekitar 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan muncul, sementara 92 juta pekerjaan lainnya berpotensi tergantikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kompetensi di dunia kerja juga terus berkembang.
Dunia kerja masa depan, lanjutnya, tidak hanya membutuhkan penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman.
Menaker menilai, penguatan keterampilan masa depan menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju 2045.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia ia sebut memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia pada 2045 dengan pendapatan per kapita diproyeksikan mencapai 23.000 hingga 30.300 dolar AS sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025–2045.
Menurutnya, peluang tersebut harus didukung SDM yang unggul, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Di tengah bonus demografi yang berlangsung, keberhasilan Indonesia mencapai target tersebut sangat bergantung pada kemampuan menyiapkan generasi yang kompeten dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.
"Karena itu, generasi masa depan perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis," kata Menaker.
Ia juga menegaskan bahwa keterampilan masa depan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti integritas, disiplin, tanggung jawab, etika, dan empati merupakan fondasi penting dalam membangun talenta yang berkualitas.
Yassierli menambahkan, di tengah kemajuan AI yang semakin pesat, kemampuan manusia yang tidak dapat digantikan teknologi justru akan semakin bernilai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!