Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sasapu, Program Pemerintah Kota Bandung untuk Penanganan Kebersihan

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 13:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sasapu, Program Pemerintah Kota Bandung untuk Penanganan Kebersihan Doc: ANTARA
Ket. Petugas kebersihan saat melakukan pembersihan di kawasan Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). 

KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya penanganan kebersihan kota melalui program “Sasapu Bandung” yang kini diperluas cakupannya secara signifikan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan program ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menjadi langkah konkret untuk memastikan kebersihan kota ditangani secara langsung dan terukur.

“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Ini adalah gerakan perubahan pola kerja dan pola pikir. Aparat kewilayahan harus turun langsung, melihat kondisi nyata di lapangan,” kata Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa (28/4).

Farhan menjelaskan program Sasapu Bandung merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang juga mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

“Kolaborasi ini menjadi salah satu strategi percepatan penanganan persoalan kebersihan di Kota Bandung yang masih menghadapi berbagai tantangan struktural,” katanya.

Ia menyebut program tersebut sebelumnya hanya dilaksanakan di 46 titik, kini diperluas menjadi 181 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung.

“Perluasan ini dilakukan setelah evaluasi awal menunjukkan masih banyak titik yang membutuhkan penanganan intensif,” katanya.

Farhan mengatakan cakupan program ditingkatkan agar dampaknya lebih terasa di masyarakat.

“Salah satu ciri utama program Sasapu Bandung adalah keterlibatan langsung aparat kewilayahan. Camat dan lurah diwajibkan turun langsung ke lapangan setiap hari Minggu, mulai pukul 04.00 hingga 07.00 WIB,” katanya.

Menurutnya, langkah ini bertujuan agar para pemimpin wilayah tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi benar-benar memahami kondisi sesungguhnya di lapangan, termasuk titik-titik rawan sampah, saluran tersumbat, hingga area yang membutuhkan intervensi cepat.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi langsung terhadap kinerja aparat kewilayahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Anggota Polda Maluku Gugur ...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.