Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gejolak Global Memanas, Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Isu Lebanon

📅 Senin, 22 Jun 2026, 16:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gejolak Global Memanas, Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Isu Lebanon Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dollar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk ancaman aksi militer yang disuarakan Donald Trump terkait Lebanon, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap risiko global.

Kondisi ini mendorong investor cenderung beralih ke aset aman (safe haven), sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain faktor eksternal tersebut, tekanan juga dapat diperkuat oleh ekspektasi kebijakan suku bunga global dan arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik.

Dalam situasi seperti ini, stabilitas rupiah sangat bergantung pada respons kebijakan moneter, intervensi pasar, serta kemampuan menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (22/6) sore, melemah 39 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.843 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.804 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini disebabkan pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait potensi aksi militer di Lebanon.

“Sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan kecuali Iran mengambil langkah untuk mengendalikan kelompok Hizbullah yang beroperasi di Libanon. Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Dalam pertemuan di Swiss, Iran disebut telah mendapatkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, sehingga meredakan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di pasar global. dan menekan harga minyak mentah.

Para pejabat tinggi AS dan Iran menyelesaikan putaran pertama pembicaraan mereka di Swiss pada hari ini, yang dimulai dari Minggu (21/6) berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dari bulan April setidaknya selama 60 hari lagi.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan "kemajuan yang baik" telah dicapai selama pembicaraan di Swiss. Adapun mediator dari Qatar dan Pakistan mengatakan para negosiator telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.

“Perhatian pasar pada data ekonomi AS minggu ini, terutama pada perkiraan terakhir angka Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal pertama tahun 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed akhir pekan ini untuk petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter,” ungkap Ibrahim.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat di level Rp17.819 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.826 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

41 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.