Kelekak Durian Bangka Tengah Jadi Wisata Budaya, 2.000 Buah Durian Dinikmati Langsung di Kebun
📅 Minggu, 21 Jun 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKoba, Babel - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembangkan "kelekak" durian di Kawasan Bukit Trenggiling dan Bukit Ingge, Desa Mesu, Kecamatan Pangkalanbaru sebagai kawasan wisata budaya berbasis kearifan lokal.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Sabtu (20/6), menyebutkan istilah kelekak yang dimaknai sebagai “kelak untuk ikak” menunjukkan nilai pengetahuan lokal yang masih relevan hingga kini. "Kelak untuk ikak" memiliki makna nanti untuk kalian.
“Tanaman ini ditanam orang tua kita dulu, dan kini manfaatnya masih dirasakan anak cucu,” kata Algafry.
Ia menilai "kelekak" mencerminkan filosofi masyarakat dalam membangun keberlanjutan melalui penanaman pohon untuk jangka panjang.
"Kelekak" durian ini juga melahirkan sebuah tradisi, yakni tradisi Sedekah Kelekak Durian yang memperlihatkan fungsi kelekak sebagai sistem kebun warisan yang tidak hanya berperan sebagai sumber produksi, tetapi juga sebagai ruang sosial dan budaya masyarakat yang hidup lintas generasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tradisi itu diikuti ratusan warga di Kawasan Bukit Trenggiling dan Bukit Inge, Desa Mesu, Bangka Tengah, Sabtu, dengan menikmati hasil panen durian langsung di kebun.
Sekitar 2.000 buah durian dari hasil panen dibagikan dan dinikmati langsung oleh pengunjung di lokasi kebun sebagai bagian dari tradisi setempat. Hasil panen durian di kawasan tersebut terkenal dengan beragam varietas durian unggulan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah mencatat terdapat sekitar 325.000 batang durian alam dengan lebih dari 380 varietas lokal, serta sekitar 60.000 batang durian varietas unggulan, seperti Durian Musang King, Durian Ochee (Duri Hitam), dan Durian Super Tembaga di kawasan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberagaman varietas itu dinilai memperkuat posisi Bangka Tengah sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan plasma nutfah durian yang memiliki nilai nilai ekonomi sekaligus konservasi.
Pemkab Bangka Tengah menilai pola interaksi tersebut dapat dikembangkan sebagai model wisata pengalaman berbasis budaya dan pertanian yang berkelanjutan.
"Pengembangan kawasan kelekak durian di Bangka Tengah akan diarahkan sebagai destinasi wisata berbasis agro budaya yang menonjolkan pengalaman langsung pengunjung dalam memahami proses budidaya hingga panen durian lokal," jelasnya.
Menurut dia, pihaknya juga mendorong penguatan infrastruktur penunjang wisata, seperti penataan kawasan, akses jalan, serta titik-titik edukasi varietas durian sebagai bagian dari konsep wisata tematik.
"Kita berharapkan tidak hanya memperkuat daya tarik wisata daerah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan potensi durian secara berkelanjutan," tutup Algafry.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!