AS akan Setop Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan, Negara dengan Jumlah Penderita Tertinggi di Dunia
📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 12:03 WIB | Oleh: Lili LestariHal ini disebabkan oleh "kegagalan Afrika Selatan menunjukkan kemajuan nyata dalam memenuhi permintaan kebijakan dari pemerintah", kata pejabat tersebut.
Mereka menambahkan, tujuan pemerintah AS adalah untuk "mendorong kemandirian" dan mengurangi ketergantungan pada pendanaan Amerika. "Afrika Selatan adalah negara berpenghasilan menengah dan lebih dari mampu untuk mendukung program kesehatannya sendiri".
Kementerian Kesehatan Afrika Selatan menyatakan, meskipun Pepfar berkontribusi pada program HIV negara tersebut, penyediaan obat antiretroviral yang menyelamatkan jiwa didanai sepenuhnya secara terpisah, dengan sebagian besar berasal dari pemerintah.
Upaya untuk memperbaiki hubungan AS-Afrika Selatan telah gagal. Termasuk pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih antara Trump dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa lebih dari setahun yang lalu ketika presiden AS menantangnya dengan klaim tentang penganiayaan terhadap orang kulit putih.
Sebaiknya Anda baca juga:
AS juga memboikot pertemuan G20, sebuah pertemuan negara-negara ekonomi utama dunia, yang diselenggarakan oleh Afrika Selatan pada November lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!