AS akan Setop Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan, Negara dengan Jumlah Penderita Tertinggi di Dunia
📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 12:03 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: BBC
JAKARTA - Pemerintah AS mengatakan akan menghentikan pendanaan program-program di Afrika Selatan yang bertujuan untuk mengatasi penyebaran HIV dan AIDS.
Lebih dari delapan juta warga Afrika Selatan hidup dengan HIV – jumlah tertinggi di antara negara mana pun di dunia.
BBC melaporkan, Departemen Luar Negeri AS tampaknya mengaitkan keputusan tersebut dengan dugaan kegagalan Afrika Selatan dalam melindungi komunitas minoritas kulit putih Afrikaner - sebuah tuduhan yang telah berulang kali ditolak oleh pemerintah Afrika Selatan.
Kementerian kesehatan Afrika Selatan menanggapi dengan mengatakan bahwa meskipun mereka belum diberitahu tentang keputusan ini, mereka "telah lama mengerjakan rencana kemandirian".
Hingga tahun 2025, AS mendukung upaya Afrika Selatan untuk mengatasi virus tersebut dengan perkiraan dana sebesar $400 juta per tahun melalui Dana Darurat Presiden untuk Bantuan AIDS (Pepfar).
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun sejak pelantikan Presiden Donald Trump, hubungan antara kedua negara semakin memburuk.
Tak lama setelah menjabat, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menuduh "banyak" kebijakan Afrika Selatan telah menghancurkan kesempatan yang sama dan memicu kekerasan "terhadap pemilik tanah yang didiskriminasi secara rasial".
Hal ini dibantah pemerintah Afrika Selatan, yang mengatakan bahwa kebijakan Pemberdayaan Ekonomi Kulit Hitam (Black Economic Empowerment) diperlukan untuk memperbaiki ketidaksetaraan ekonomi yang berasal dari era apartheid.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perintah eksekutif tersebut juga menyoroti kasus Afrika Selatan melawan Israel di Mahkamah Internasional dan hubungannya dengan Iran.
Gedung Putih mengatakan bahwa mengingat "praktik-praktik yang tidak adil dan tidak bermoral" ini, bantuan lebih lanjut untuk Afrika Selatan tidak akan diberikan.
Trump juga secara keliru menuduh terjadi "genosida terhadap orang kulit putih" di Afrika Selatan, yang menyebabkan pemerintahannya membentuk program pengungsi untuk Afrikaner - keturunan orang Eropa Barat yang menetap di Afrika bagian selatan pada abad ke-17. Mereka sekarang hampir menjadi satu- satunya pengungsi yang diizinkan masuk ke AS .
Tuduhan genosida telah dibantah secara luas.
Pendanaan Pepfar, yang sebelumnya menyediakan sekitar seperlima dari total pengeluaran Afrika Selatan untuk program HIV, ditangguhkan pada Oktober lalu dengan apa yang disebut "rencana jembatan".
Namun, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS telah mengkonfirmasi "penarikan bertahap" dana Pepfar akan segera dimulai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!