Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Meski Inflasi Masih Tinggi

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 00:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Namun, para ekonom memperkirakan perubahan besar belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Lingkungannya mungkin akan lebih terpecah-pecah,” kata Kepala Ekonom EY-Parthenon Greg Daco kepada AFP.

“Pada tahap awal ini, ia mungkin akan menyarankan beberapa perubahan pada komunikasi, dan kita mungkin berada di tahap awal pergeseran menuju keputusan yang lebih diskresioner dalam hal kebijakan moneter.” Selain keputusan suku bunga, The Fed juga akan merilis proyeksi ekonomi triwulanan yang memuat perkiraan inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta arah suku bunga ke depan.

Warsh sebelumnya juga mengusulkan penghentian publikasi “dot plot”, yakni proyeksi anonim para pejabat The Fed mengenai arah suku bunga.

Namun analis menilai langkah tersebut belum akan diambil dalam waktu dekat.

Risiko Inflasi

Profesor ekonomi Universitas George Washington, Pao- Lin Tien, menilai berkurangnya transparansi kebijakan moneter dapat memicu ketidakpastian di pasar.

“Saya rasa kekhawatiran kami adalah bahwa tanpa panduan ke depan, ekspektasi inflasi mungkin akan menjadi sedikit lebih fluktuatif,” ujarnya.

Sementara itu, Trump diperkirakan tetap akan mendorong penurunan suku bunga meski inflasi masih tinggi.

Namun menurut Tien, tekanan politik yang dilakukan secara terbuka justru dapat mempersulit posisi The Fed.

“Presiden Trump tidak membantu posisinya sendiri dengan mengajukan tuntutan ini secara terbuka, hal itu mempersulit siapa pun yang ia tunjuk untuk benar-benar melakukan hal tersebut,” kata Tien.

“Dia melakukan kebalikan dari apa yang seharusnya dia lakukan untuk memastikan suku bunga turun,” tambahnya, merujuk pada kebijakan perang terhadap Iran yang turut memicu tekanan inflasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.