Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Swiss Kehilangan Peringkat Pertama Ekonomi Paling Kompetitif oleh Singapura

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 19:20 WIB | Oleh:
Swiss Kehilangan Peringkat Pertama Ekonomi Paling Kompetitif oleh Singapura Doc: Antara
Ket. Arsip - Bendera nasional Swiss.

BERN – Swiss kehilangan posisinya sebagai ekonomi paling kompetitif di dunia oleh Singapura, merosot ke peringkat ketiga karena tarif perdagangan Amerika Serikat (AS) yang tinggi dan franc Swiss yang kuat menghambat aliran investasi.

Meskipun Swiss tetap menjadi negara Eropa dengan peringkat tertinggi, negara itu juga disalip oleh Hong Kong dalam Peringkat Daya Saing Dunia IMD 2026 yang diterbitkan pada Kamis (18/6).

Efisiensi bisnis merupakan kunci keberhasilan Singapura kembali menduduki peringkat pertama, posisi yang terakhir kali diraih pada tahun 2024.

IMD menyatakan bahwa penurunan Swiss menggarisbawahi bagaimana bahkan ekonomi terkuat di dunia pun tetap rentan terhadap pergeseran arus modal dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Kemunduran ini terjadi ketika Swiss menghadapi persaingan yang semakin ketat, dengan Hong Kong baru-baru ini menyalip negara tersebut sebagai pusat kekayaan lintas batas terbesar di dunia, menurut Boston Consulting Group.

“Dengan mata uang yang mahal, jelas kita melihat penurunan peringkat harga dan itu merugikan daya tarik modal," kata Arturo Bris, direktur Pusat Daya Saing Dunia IMD.

“Dan Anda melihat penurunan terbesar dalam daya tarik investasi asing, kinerja Swiss yang jauh di bawah ekspektasi benar-benar signifikan.”

Arus investasi langsung masuk Swiss berbalik menjadi negatif 60,7 miliar dolar AS menempatkannya di posisi terbawah dari 70 negara dalam peringkat IMD untuk metrik tersebut. IMD mengatakan pergerakan ini mungkin mencerminkan penyesuaian valuasi dan repatriasi modal, bukan perubahan struktural yang berkelanjutan.

Menurut Ivo Germann, yang mengepalai Direktorat Urusan Ekonomi Luar Negeri di Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi di Swiss, sebagian dari arus tersebut bersifat fluktuatif dan mencerminkan investasi ke dalam sektor keuangan dan perusahaan holding.

“Swiss menghadapi tantangan, seperti banyak negara lain, dalam lingkungan geopolitik yang semakin tidak stabil yang harus diatasi dalam beberapa tahun mendatang,” kata Germann.

“Dalam menghadapi kecenderungan proteksionisme dan melemahnya sistem perdagangan multilateral ... negara ini harus lebih meningkatkan dan mendiversifikasi aksesnya ke pasar luar negeri dengan melanjutkan agenda perjanjian perdagangan bebas yang telah sangat sukses di masa lalu.”

Selama 12 bulan terakhir, daya tarik Swiss sebagai tempat perlindungan stabilitas politik dan ekonomi harus berhadapan dengan referendum yang beragam, mulai dari pemungutan suara untuk membatasi populasi negara itu hingga 10 juta jiwa hingga usulan pajak warisan sebesar 50 persen untuk penduduk super kaya.

Negara kecil ini, yang merupakan rumah bagi lembaga keuangan seperti UBS Group AG dan raksasa makanan Nestle SA, juga menuai kemarahan pemerintahan Trump karena surplus perdagangannya yang besar dan dikenai tarif tertinggi di antara negara-negara Barat untuk beberapa waktu.

Menurut Bris, tarif-tarif tersebut merusak sentimen positif terhadap sektor swasta Swiss.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Eks Punggawa Persija Gustavo Franca: Atmosfer di Kandang Persib bisa Pengaruhi Konsentrasi Arema
    Preview komentar:
    Berikut Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
    Cara Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
  • Rambut Tipis dan Mudah Lepek? Kini Ada Solusi dengan Formula Ultra Ringan
    Preview komentar:
    Keluhan BRI QLola
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Bagaimana cara menghubungi BRI QLola?
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.