Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ibas: Transportasi Hijau dan Cerdas Harus Berorientasi pada Amanat Konstitusi

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 13:10 WIB | Oleh:

“Kita pernah memiliki pendekatan pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat. Prinsipnya adalah pro-growth, pro-jobs, pro-poor, dan pro-environment. Artinya pertumbuhan ekonomi harus menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan tetap menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa arah pembangunan nasional saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga memiliki semangat yang sejalan, yakni mewujudkan kedaulatan energi, memperkuat industrialisasi nasional, membangun infrastruktur strategis, serta menghadirkan keadilan ekonomi yang didukung tata kelola yang baik.

Menutup sambutannya, lulusan S2 Nanyang Technological University (Singapura) itu mengajak seluruh peserta untuk membangun kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan masa depan transportasi Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

“We may have different backgrounds, but we have the same goals. Pertanyaannya sekarang, apakah Indonesia sudah memiliki arsitektur besar transportasi hijau nasional? Bagaimana memastikan transisi kendaraan listrik berjalan secara adil bagi seluruh pihak? Dan yang tidak kalah penting, bagaimana Indonesia dapat menjadi produsen inovasi dan teknologi, bukan sekadar konsumen?” pungkasnya.

Dalam sesi diskusi, para narasumber turut menyampaikan berbagai gagasan strategis terkait pengembangan transportasi hijau dan cerdas. Akademisi Prof. Suhono menekankan bahwa pembangunan smart nation harus dimulai dari smart city, di mana isu energi dan transportasi menjadi dua aspek yang tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, transportasi cerdas bukan hanya soal teknologi, melainkan juga integrasi antara kebijakan, data, kecerdasan buatan, proses, dan sumber daya manusia. Ia menilai transportasi publik harus menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan agar efisiensi energi dan pengurangan emisi dapat tercapai.

Sementara itu, para pelaku industri dan komunitas transportasi menyoroti pentingnya kesiapan ekosistem dalam mendukung transisi menuju transportasi berkelanjutan. Yayan menyoroti perlunya infrastruktur pengisian daya yang memadai dan terintegrasi dengan perencanaan kota. Martinus menegaskan pentingnya smart policy dan smart regulation sebagai fondasi utama pembangunan transportasi cerdas.

Sitanggang menekankan bahwa penguatan transportasi publik merupakan langkah paling efektif untuk menekan emisi transportasi darat, sementara Agus dan Tyas menyoroti tantangan biaya investasi kendaraan listrik serta kebutuhan dukungan kebijakan finansial agar ekosistem kendaraan listrik dapat berkembang secara berkelanjutan. Adapun Abdul Rahman mengingatkan pentingnya memperkuat industri dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga produsen teknologi dan inovasi transportasi masa depan.

Sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang turut hadir dalam diskusi tersebut antara lain Kapoksi Komisi V DPR RI Lokot Nasution, Anggota Komisi V DPR RI Faujia Helga Br. Tampubolon, Anggota Komisi V DPR RI Wastam, Kapoksi Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo, Anggota Komisi XII DPR RI Hasani bin Zuber, serta Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI Marwan Cik Asan.

Dalam sesi tanggapan, Sartono Hutomo menegaskan bahwa keberhasilan transportasi hijau dan cerdas tidak dapat diukur hanya dari jumlah kendaraan listrik atau digitalisasi layanan transportasi. Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan Indonesia membangun ekosistem energi dan transportasi yang terintegrasi, rendah emisi, dan berdaya saing. Ia juga menekankan pentingnya percepatan energi terbarukan, hilirisasi nikel dan baterai, kesiapan infrastruktur, pengembangan SDM, serta kepastian hukum dan keberlanjutan regulasi.

Lokot Nasution menambahkan bahwa konsep transportasi cerdas harus memenuhi prinsip hemat, bermanfaat, dan terintegrasi. Ia mengungkapkan bahwa pembahasan regulasi terkait transportasi terus berkembang, termasuk dialog dengan komunitas pengemudi ojek online yang ingin beralih ke kendaraan listrik namun masih menghadapi keterbatasan daya beli.

Sementara itu, Faujia Helga Br. Tampubolon mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan hingga wilayah timur Indonesia yang masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur. Wastam menilai transisi menuju transportasi hijau harus diiringi efisiensi di berbagai sektor lainnya. Adapun Marwan Cik Asan menegaskan bahwa peningkatan daya saing industri transportasi nasional membutuhkan dukungan regulasi dan skema pembiayaan yang mampu memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan industri mobilitas nasional secara keseluruhan.

Sebagai penutup, Ibas berharap diskusi publik ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan semata, melainkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
119 Orang Diamankan saat Ri...
Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.