Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ibas: Transportasi Hijau dan Cerdas Harus Berorientasi pada Amanat Konstitusi

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Ibas: Transportasi Hijau dan Cerdas Harus Berorientasi pada Amanat Konstitusi Doc: istimewa
Ket. Diskusi Publik bertajuk “Green and Smart Transportation: Inovasi Industri Transportasi Nasional untuk Keberlanjutan Masa Depan”, Rabu (17/6).

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa transformasi transportasi hijau dan cerdas harus berorientasi pada amanat konstitusi, yakni melindungi rakyat, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menghadirkan layanan publik yang semakin efektif, efisien, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, saat menghadiri Diskusi Publik bertajuk “Green and Smart Transportation: Inovasi Industri Transportasi Nasional untuk Keberlanjutan Masa Depan”, Rabu (17/6). Diskusi ini menghadirkan akademisi, pelaku industri transportasi, komunitas transportasi, serta para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong pengembangan sistem transportasi cerdas dan ramah lingkungan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Anggota Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat tersebut mengingatkan bahwa arah pembangunan nasional harus selalu berpijak pada tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Menurutnya, kemajuan teknologi dan pembangunan ekonomi pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat.

“Konstitusi kita sudah sangat jelas. Negara hadir untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pembangunan ekonomi sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945 harus benar-benar diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata pembangunan fisik atau infrastruktur,” ujar Ibas.

Lulusan S3 IPB University tersebut menilai bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang terpenting bukan sekadar komitmen memajukan teknologi, tetapi bagaimana teknologi itu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, lebih mudah diakses, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN itu menyoroti tren global yang mulai mengarah pada pembangunan kota cerdas, transportasi rendah emisi, dan kebijakan transportasi yang berorientasi pada netralitas karbon. Menurutnya, berbagai negara maju telah menjadikan sektor transportasi sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

“Negara-negara maju sudah fokus pada transportasi ramah lingkungan, smart cities, dan carbon-neutral transportation. Semua itu dilakukan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Di sisi lain, Indonesia juga sedang menghadapi momentum besar berupa bonus demografi dan transisi energi. Namun, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemacetan di kawasan perkotaan, tingginya konsumsi energi, emisi transportasi, hingga ketimpangan infrastruktur antarwilayah.

“Indonesia merupakan salah satu pengguna energi terbesar di kawasan. Kita juga menghadapi tantangan emisi yang terus meningkat serta kesenjangan infrastruktur di berbagai daerah. Karena itu, transisi menuju energi baru dan terbarukan harus dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan tetap berpihak pada masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai solusi, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut mendorong hadirnya kebijakan yang lebih komprehensif dalam mendukung ekosistem transportasi hijau nasional. Ia menilai pemerintah perlu mempersiapkan peta jalan yang jelas agar transformasi transportasi tidak berjalan parsial.

“Apakah kita perlu roadmap kendaraan listrik yang lebih terintegrasi? Apakah insentif dan subsidi sudah tepat sasaran? Bagaimana integrasi data transportasi nasional, penguatan Intelligent Transportation System (ITS), pemanfaatan sensor berbasis Internet of Things (IoT), hingga penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam manajemen lalu lintas? Ini semua harus kita pikirkan bersama,” tegas Ibas.

Menurutnya, pemanfaatan AI juga dapat membantu meningkatkan efektivitas tata kelola transportasi apabila diintegrasikan dengan institusi terkait, termasuk kepolisian dan sektor perhubungan. Langkah tersebut diyakini dapat mempercepat terwujudnya konsep smart mobility di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga mengingat kembali pengalaman pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang mengedepankan strategi pembangunan yang pro-pertumbuhan sekaligus pro-kesejahteraan rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
119 Orang Diamankan saat Ri...
Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.