Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asia Kuasai Produksi Perikanan Global

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 00:23 WIB | Oleh:
Asia Kuasai Produksi Perikanan Global Doc: Koran Jakarta /Fajar AM
Ket. Nelayan memperlihatkan hasil tangkapan ikan di kawasan Pelabuhan Nizam Zachman atau Pelabuhan Muara Baru di Jakarta dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Ekonomi Kelautan

Jakarta – Laporan The State of World Fisheries and Aquaculture 2026 yang dirilis Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa- Bangsa (FAO) menunjukkan Asia masih menjadi motor utama produksi pangan perairan dunia.

Pada 2024, kawasan ini menyumbang 76 persen dari total produksi global hewan perairan dan alga yang mencapai 235 juta ton.

Dikutip dari Antara, laporan tersebut diluncurkan dalam ajang Our Ocean Conference 2026 di Mombasa, Selasa (16/6).

Sepanjang 2024, Asia memproduksi sekitar 179 juta ton hewan perairan dan alga.

Dari jumlah itu, 130 juta ton berasal dari sektor akuakultur atau budidaya perairan, yang terus menjadi pendorong utama pertumbuhan produksi global.

FAO mencatat produksi hewan perairan budidaya dunia meningkat 70 juta ton sepanjang periode 2000–2024.

Sebanyak 90 persen dari pertumbuhan tersebut berasal dari Asia, yang mampu mempertahankan ratarata pertumbuhan tahunan sekitar 5 persen.

Selain itu, Asia juga mendominasi produksi alga dunia dengan kontribusi mencapai 97 persen dari total produksi global yang hampir menyentuh 40 juta ton pada 2024.

“Asisten Direktur Jenderal dan Perwakilan Regional FAO untuk Asia dan Pasifik” Alue Dohong mengatakan kepemimpinan Asia dalam produksi pangan perairan merupakan hasil investasi jangka panjang pada sektor akuakultur, inovasi, dan penguatan rantai nilai.

“Kepemimpinan Asia dalam produksi pangan perairan mencerminkan investasi selama beberapa dekade dalam akuakultur, inovasi, dan rantai nilai,” kata Alue Dohong.

Ia menambahkan, meningkatnya permintaan global terhadap pangan perairan membuka peluang besar bagi Asia untuk terus berperan dalam menjaga stabilitas pasokan dunia sekaligus menopang mata pencaharian jutaan masyarakat.

Menurut FAO, produksi hewan perairan budidaya di Asia telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua dekade terakhir hingga mencapai 91,5 juta ton pada 2024.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh sejumlah negara produsen utama, dengan Tiongkok menjadi kontributor terbesar melalui produksi budidaya sebesar 57,6 juta ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Peluang Melemah Terbuka, 18 Juni 2026

48 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka, 18...

Suasana Persembahyangan Hari Raya Galungan

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Suasana Persembahyangan Har...
Daerah
Upaya Penanganan Korban Ter...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Harry Kane Pimpin Inggris Hancurkan Kroasia 4-2 di Laga Grup L Piala Dunia

Harry Kane Pimpin Inggris Hancurkan Kroasia 4-2 di Laga Grup L Piala Dunia

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.