Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pergeseran Paradigma Pertahanan, Ruang Siber Jadi Medan Utama Keamanan Negara

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pergeseran Paradigma Pertahanan, Ruang Siber Jadi Medan Utama Keamanan Negara Doc: Antara
Ket. Narasumber bersama peserta Diskusi Publik bertajuk “Perkembangan Dinamika Global dan Nasional dari Berbagai Perspektif” yang digelar Cafe Hyde di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (17/6).

Malang - Pergeseran paradigma pertahanan negara kini semakin nyata seiring perkembangan teknologi digital. Jika sebelumnya kekuatan negara bertumpu pada dominasi darat, laut, dan udara, saat ini ruang siber menjadi medan utama yang turut menentukan stabilitas keamanan nasional.

Ahli geopolitik dan media Yusuf R. Hakim menilai paradigma pertahanan negara telah mengalami pergeseran besar seiring perkembangan teknologi dan dinamika global, di mana ruang siber kini menjadi medan strategis utama dalam keamanan nasional.

“Jika pada masa lalu kekuatan negara ditentukan oleh penguasaan wilayah darat, laut dan udara, kini dunia memasuki era baru, dimana ruang siber menjadi medan strategis yang menentukan,” kata Yusuf dalam Diskusi Publik bertajuk Perkembangan Dinamika Global dan Nasional dari Berbagai Perspektif di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (17/6) malam.

Ia menjelaskan, negara modern kini tidak hanya mengandalkan kekuatan militer konvensional, tetapi juga mulai memasuki fase baru dengan dominasi dunia digital dan media sebagai “matra keempat”.

“Negara modern saat ini sudah bergerak menguasai dunia siber. Muncul karakter keempat sebagai matra baru yang sangat menentukan, yaitu media massa dan dunia digital. Ancaman utama kita hari ini justru diawali dari sektor geo-ekonomi, bukan militer langsung,” ujarnya.

Yusuf menilai perang modern tidak selalu berbentuk serangan bersenjata, melainkan juga melalui penguasaan informasi, manipulasi opini publik, hingga penyebaran disinformasi yang dapat memengaruhi stabilitas sosial dan politik.

Ia juga menyoroti pergeseran konsumsi informasi masyarakat yang kini didominasi media sosial. Berdasarkan berbagai tren, sekitar 70 persen masyarakat disebut lebih banyak mengakses informasi melalui platform digital.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan tantangan serius karena algoritma media sosial dapat membentuk polarisasi secara sistematis.

“Algoritma ini menyaring dan mengategorikan masyarakat untuk mempermudah penyampaian pesan tertentu. Bahayanya, kemarahan dan sentimen negatif sengaja diolah serta diproduksi di dunia maya, lalu ditarik ke dalam kehidupan nyata. Ini yang harus kita waspadai bersama,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya kemampuan berpikir kritis di tengah arus informasi digital yang semakin deras. “Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kita sangat membutuhkan orang-orang yang tetap berpikir kritis dan realistis,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Kementerian HAM Penta Peturun menyoroti posisi strategis Indonesia dalam percaturan global sebagai negara dengan sumber daya alam besar dan pasar domestik yang luas.

“Dalam konteks global, semua hal bisa terjadi. Oleh karena itu, kita harus pintar dan jeli dalam membaca serta menempatkan posisi Indonesia di tengah sengitnya dinamika politik global,” katanya.

Ia menekankan pentingnya wawasan kebangsaan, terutama bagi generasi muda, agar mampu memahami perubahan global secara objektif.

Koordinator Wilayah PTNU Jawa Timur asal Tuban Hasan Husaini juga menilai mahasiswa perlu memahami persoalan secara utuh sebelum melakukan gerakan sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Dengan OTP 94.3%, Garuda In...
Ekonomi
Bapanas: Realisasi Distribu...
Ekonomi
Sentimen Negatif Dominan, 1...

Laporta Tegaskan Raphinha Bertahan di Barcelona

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Laporta Tegaskan Raphinha B...
Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.