Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendiktisaintek Tegaskan Prodi di Perguruan Tinggi Akan Dikembangkan Sesuai Kebutuhan, Bukan Ditutup

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 13:19 WIB | Oleh:
Mendiktisaintek Tegaskan Prodi di Perguruan Tinggi Akan Dikembangkan Sesuai Kebutuhan, Bukan Ditutup Doc: antara foto
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan program studi (prodi) di perguruan tinggi akan dikembangkan sesuai kebutuhan dan relevansi, bukan ditutup.

Hal tersebut diungkapkannya dalam menjawab isu bahwa pemerintah akan menutup program studi yang tidak relevan, beberapa waktu lalu.

Menteri Brian mencontohkan dalam bidang teknik elektro, yang saat ini industri memerlukan integrasi teknologi berbasis internet atau internet of things (IoT).

"Dulu belum ada IoT, sekarang ada IoT. Jadi alih-alih menutup prodi, yang kita dorong adalah bersama-sama dengan perguruan tinggi itu membuat supaya prodi ini meng-update secara berkala relevansi antara apa yang diajarkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya ditemui di Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut Brian, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang juga menghasilkan industri-industri baru, sehingga hal ini harus mendapatkan perhatian lebih dari perguruan tinggi.

Ia melanjutkan, industri-industri baru seperti kecerdasan buatan (AI) juga harus menjadi referensi bagi perguruan tinggi, agar program studi yang ditawarkan menjadi semakin relevan.

"Sehingga, (perkembangan) industri maupun perkembangan teknologi itu kemudian menjadi referensi bagi setiap program studi yang ada di Indonesia, untuk melakukan terus-menerus perbaikan. Ini yang disebut sebagai continuous improvement," kata Mendiktisaintek.

Ia mengungkapkan di negara maju, pembaruan ilmu seperti ini menjadi hal yang lumrah untuk dilakukan setiap empat, bahkan dua tahun sekali.

"Misalnya ada AI, bagaimana nih AI ini? Ada IoT kemudian ke depan ada kuantum komputasi. Kita harus ubah dong supaya nanti lulusannya ketika lulus, dia bekerja, sesuai dengan perkembangan teknologi yang empat tahun lagi dipakai. Alih-alih kita menutup, kita justru mengembangkan," tutur Brian Yuliarto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Daerah
Tumpukan Sampah di Gowa Mak...
Olahraga
Indonesia Lolos ke Semifina...
Ekonomi
Bea Cukai Sita Barang Impor...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.